Menlu Iran Respon Rencana Pengiriman Militer AS ke Suriah
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, program pemerintah Amerika Serikat untuk mengirim pasukan ke Suriah hanya akan meningkatkan instabilitas di kawasan dan dunia.
Mohammad Javad Zarif mengatakan hal itu dalam wawancara dengan wartawan CNN di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Jumat (17/2/2017) seperti dilaporkan IRNA.
"Kehadiran pasukan asing di Suriah akan memberikan dalih bagi kelompok-kelompok teroris untuk menarik para petarung baru dari kalangan para pemuda yang kurang beruntung " kata Zarif ketika mengingatkan bahwa pendudukan Irak oleh AS telah menyebabkan munculnya kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).
Ia menambahkan, mereka yang menciptakan Daesh adalah orang-orang yang memberikan senjata kepada rezim Saddam Irak dan menciptakan al-Qaeda serta mempersenjatainya.
Zarif lebih lanjut menyinggung langkah dan ancaman pemerintah baru AS terhadap Iran, dan mengatakan, siapa saja di masa lalu telah menguji Republik Islam Iran, rakyat negara ini tidak pernah peduli dengan bahasa ancaman dan mereka hanya merespon untuk saling menghormati dan demi kepentingan bersama.
Menlu Iran menjelaskan, pemerintah Barack Obama, mantan Presiden AS menggunakan senjata sanksi ekonomi untuk menekan rakyat Iran, namun pada akhirnya dikalahkan oleh tekad rakyat negara ini.
"Karena sanksi tidak membawa hasil, Obama datang ke meja perundingan," imbuhnya.
Zarif lebih lanjut menuturkan, ada konsensus internasional untuk menjaga perjanjian nuklir dan semua termasuk para pakar AS memahami bahwa ini adalah kesepakatan terbaik dalam segala hal dan tidak hanya untuk Iran tetapi juga untuk AS.
Menlu Iran tiba di kota Munich, Jerman pada Jumat pagi untuk berpartisipasi dalam Konferensi Keamanan Munich ke-53. (RA)