Peran dan Risalah Wanita; Cara Menghadapi Kebebasan Tak Beraturan (2)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i34586-peran_dan_risalah_wanita_cara_menghadapi_kebebasan_tak_beraturan_(2)
Menjelaskan Tesis Di Bidang Hubungan Seksual Untuk Semua Bangsa Di Dunia
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 17, 2017 05:01 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Menjelaskan Tesis Di Bidang Hubungan Seksual Untuk Semua Bangsa Di Dunia

Dunia saat ini telah menghadapi sebuah cobaan yang sulit di bidang hubungan seksual dan tidak ada ide dan tesis serta usulan dari manapun yang ditawarkan untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Kita punya usulan, sebuah tesis, sebuah pandangan yang bisa menyelesaikan dan berargumen. Ini harus kita jelaskan. Masyarakat dunia harus memahami ini. (dalam khutbah salat Jumat, 18/7/1365)

Perbaikan Wanita; Perbaikan Sosial

Bila wanita di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan kewanitaan menjadi baik, maka masyarakat secara umum akan menjadi baik. Bilang lingkungan rumah tangga karena berkah wanita, menjadi lingkungan yang sehat, maka masyarakat secara umum akan menjadi baik. Peran wanita dalam memperbaikan masyarakat merupakan peran yang sangat menonjol. Musuh juga perhatian pada masalah ini untuk kebahagiaan manusia dan bekerja di bidang ini. (dalam pertemuan bersama para perawat, 12/7/1374)

Perbaikan Wanita; Perbaikan Sejarah Dan Masa Depan

Bila wanita menjadi bejat, maka tidak perlu membuat para lelaki menjadi bejat. Para lelaki dengan sendirinya akan menjadi bejat. Bila wanita satu generasi menjadi bejat, tidak memerlukan modal sama sekali untuk menjadikan para lelaki generasi itu menjadi bejat. Tidak lama semua lelaki generasi itu akan menjadi bejat. Karena wanita sebagai pendidik. Lalu, pendidiknya manusia-manusia yang memiliki keutamaan dan pemberani ataukah manusia-manusia yang tidak bernilai dan tidak ideal sama sekali. Para ibu, yakni para wanita yang ada di tengah-tengah masyarakat dimana harga diri terpenting mereka adalah sebagai ibu, harus seorang yang baik, supaya sejarah dan masa depan menjadi baik. (dalam pertemuan dengan para wanita, 21/12/1363)

Menghadapi Konspirasi Kefasadan Para Pemuda

Musuh ingin mengambil jiwa yang ceria dan aktifitas serta udaha di jalan Allah dari bangsa Iran dengan cara menyeret para pemuda pada kefasadan dan menghancurkan batasan-batasan ilahi dan akhlak di lingkungan kehidupan wanita dan pria. Di hadapan konspirasi yang sangat berbahaya ini semua lapisan masyarakat khususnya para pemuda dan khususnya keluarga-keluarga syuhada, veteran, orang-orang yang telah bebas dari tawanan perang. harus menghadapinya dengan penuh kewaspadaan dan lebih semangat dari front peperangan. (daalm pertemuan dengan para wanita Oroumiyeh, 28/6/1375)

Hubungan Penuh Kewibawaan; Tanda Keselamatan dan Islam

Cara berpakaian yang tepat para wanita dan hubungan para lelaki dengan para wanita dengan penuh kewibawaan  dan penghormatan di lingkungan kerja, bersikap baik dengan para pelanggan, menjaga hukum Islam dan mengerjakan salat pada waktu Zuhur merupakan tanda keselamatan dan Islam di lingkungan kerja. Dan hal yang penting ini dari satu sisi akan terwujud dengan ucapan, ceramah, menyebarkan brosur yang bagus dan amar makruf dan nahi mungkar, dan dari sisi lain dengan cara menghadapi anasir-anasir yang merugikan dan berbuat salah. (dalam pertemuan bersama para anggota organisasi Islam kantor, pabrik dan rumah sakit, 4/6/1371)

Imam Khomeini Menolak Penyerangan Pada Mereka Yang Berhijab Tidak Sempurna

Pada tahun 64 [1364 HS], ketika Agha Nategh Nouri sebagai Menteri Dalam Negeri, saya tidak lupa bahwa sejumlah anak-anak muda di jalan ini melakukan penyerangan terhadap para wanita yang berpakaian hijab tidak sempurna. Imam secara tertulis memerintahkan, tangkaplah para pemuda yang melakukan penyerangan terhadap para wanita yang memakai hijab tidak sempurna, pukul dan penjarakanlah mereka. Imam menentang; padahal Imam adalah orang yang berani dan tidak ada duanya yang mengembalikan masalah hijab ke negara ini. Tidak ada orang yang mampu selain Imam Khomeini. Ini juga merupakan salah satu ciri khas Imam Khomeini. Bila selain Imam Khomeini, yakni siapa saja dari para ulama besar ini, tidak ada yang berani mengatakan “para wanita harus memakai hijab saat keluar” di awal-awal kemenangan revolusi Imam Khomeini mengatakan, “Harus memakai hijab, saat keluar.” Ini adalah Imam Khomeini. Namun pada saat yang sama beliau menentang cara tersebut dan bersikukuh dan mengatakan, orang-orang Komite [Komite Revolusi Islam] harus mencegah sikap-sikap tersebut. (dalam pertemuan dengan para komandan Sepah Pasdaran Ravolusi Islam, 14/12/1376)

Karya Budaya Untuk Mewujudkan Pemikiran Islam Hijab

Minimal apa yang harus kita lakukan dalam upaya memperkaya masyarakat kita sendiri kemudian dunia? Dengan komite, hukuman, badan pengadilan, teriakan politik dan lain-lain, misalnya saya sendiri di sebuah tempat; saya tetapkan penyerangan terhadap wanita yang berpakaian non hijab. Apakah bisa ataukah tidak bisa dengan cara-cara ini? pertanyaannya adalah, jawaban untuk kalian adalah jelas yaitu tidak bisa. Apa perlunya buat kita? Kita memerlukan sebuah karya budaya agar bisa menanamkan pemikiran Islam dan budaya Islam dalam bidang wanita dan dalam bidang hijab dalam pikiran masyarakat kita sendiri juga kita ekspor untuk dunia. Sebagaimana saya sendiri, dalam salat Jumat saya mewajibkan diri untuk menyampaikan dan menekankan bahwa kita menuntut dunia. (dalam pertemuan dengan para anggota seminar Islam dan Wanita, 22/10/1365)

Mempergunakan Seni dan Sastra Untuk Mengabdi Kepada Hijab

Mau seni, mau uang, dan yang lebih tinggi dari semuanya adalah mau pengikut dan perhatian bahwa bisa juga berkarya dari sini. Buku, kisah, roman dan cerita sebanyak ini yang bisa ditulis oleh orang-orang Hizbullah kita, berulang kali ditulis tentang perang, tentang fulan dan sudah berapa yang sudah ditulis untuk hijab? Sekarang, untuk menunjukkan bahwa betapa besar perjuangan yang dilakukan oleh seorang anak perempuan yang berhijab untuk menjaga hijabnya. Fulan mafia kefasadan tidak mampu, fulan pemuda bobrok tidak mampu, fulan guru diktator misalnya tidak mampu, fulan ayah dan ibu yang buruk tidak mampu membuat anak perempuan ini meninggalkan hijabnya; buatlah sebuah roman ksatriaan seperti ini. Sebuah roman pendek yang menunjukkan ini, sehingga bahkan seorang anak perempuan yang ingin merasakan bahwa dia adalah seorang ksatria, dia akan berusaha mendekatkan dirinya pada ksatria ini. Sudah berapakah karya yang kalian buat? Kalian belum melakukannya. Kita menuju pada dunia lukisan. Lukisan kita. Sedang dilakukan lukisan di berbagai genre.

---

Bila kalian menyelenggarakan sebuah seminar, untuk mengkaji cara-cara seni yang mungkin, untuk menanamkan pemikiran Islam hijab, mungkin kalian akan menemukan seratus sumber mata air akan karya. (dalam pertemuan dengan para anggota seminar Islam dan Wanita, 22/10/1365) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udzma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami