Zarif: Jika AS Langgar JCPOA, Iran akan Kembali ke Era Sebelumnya
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan bahwa prioritas Kementerian Luar Negeri pada tahun baru Iran (1396 Hijriah Syamsiah) adalah membantu mempromosikan produk dan penciptaan lapangan kerja.
Ia mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan para staf dan pegawai di lingkungan Kemenlu Iran, Senin (3/4/2017).
Soal penamaan tahun 1396 HS sebagai Tahun Ekonomi Resistensi; Produksi dan Lapangan Kerja, Zarif menuturkan penamaan ini menuntut upaya lebih oleh para staf dan pegawai di Kemenlu.
“Kita berkewajiban untuk mempersiapkan kondisi yang tepat demi merealisasikan slogan tahun ini. Misi utama Kemenlu adalah menghapus hambatan luar negeri untuk mewujudkan slogan tersebut," tegasnya.
Zarif juga menekankan pentingnya untuk terus memantau perkembangan global dan mengatakan, di tengah situasi sensitif regional dan dunia saat ini, sebuah perhitungan yang akurat akan meningkatkan posisi Republik Islam Iran di kawasan dan dunia.
Ia juga menggarisbawahi kebutuhan untuk meningkatkan hubungan dengan dunia, terutama dengan negara-negara regional dan tetangga sebagai prioritas tahun ini.
Di bagian lain, Zarif menuturkan bahwa di bidang politik dan keamanan, salah satu prioritas Kemenlu Iran adalah melaksanakan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dengan memperhatikan program ekonomi resistensi dan memperkuat keamanan regional.
"Jika Amerika Serikat melanggar atau tidak melaksanakan JCPOA, maka Iran akan mudah untuk kembali ke era sebelum kesepakatan dan bahkan bisa lebih cepat dari sebelumnya," pungasnya. (RM)