Menlu Iran Minta AS Belajar dari Sejarah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i36380-menlu_iran_minta_as_belajar_dari_sejarah
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, hari ini hal yang sangat dibutuhkan oleh para pejabat Amerika Serikat adalah bersikap realistis dalam berbicara dan rasional dalam bertindak demi memahami realitas yang terjadi di Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 21, 2017 10:06 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Minta AS Belajar dari Sejarah

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, hari ini hal yang sangat dibutuhkan oleh para pejabat Amerika Serikat adalah bersikap realistis dalam berbicara dan rasional dalam bertindak demi memahami realitas yang terjadi di Iran.

Ia mengungkapkan hal itu pada Kamis (20/4/2017) malam dalam merespon komentar miring terhadap Iran oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillorson.

"Para pejabat AS harus belajar dengan baik dari sejarah terutama tentang proses perkembangan selama satu dekade terakhir, di mana dalam kondisi apapun, berbicara tentang sanksi, ancaman dan permusuhan terhadap Iran dan rakyat Iran adalah sia-sia," tegas Zarif.

Ia juga menanggapi pernyataan kontradiktif oleh menlu AS soal pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) oleh Tehran. "Tudingan tak berdasar AS tidak akan bisa menutupi pengakuan negara itu tentang komitmen Iran dalam melaksanakan kesepakatan nuklir," tambahnya.

Tillerson dalam sebuah surat kepada ketua DPR AS Paul Ryan pada Selasa lalu, mengkonfirmasi komitmen Iran dalam kesepakatan nuklir, tapi ia tetap menuding Tehran berambisi mengejar nuklir.

Amerika, tandas Zarif, tidak lagi mampu menyesatkan masyarakat dunia dengan tudingan-tudingan tak berdasar terkait program nuklir Iran.

Mengenai tudingan palsu para pejabat Washington tentang dukungan Tehran kepada teroris, Zarif mengatakan, kepentingan Iran dan semua negara regional dan dunia terfokus pada perang melawan dan mengalahkan terorisme.

"Sayangnya dengan perhitungan keliru dan tidak bijak, AS dan sekutunya telah memproduksi dan menyebarluaskan terorisme di kawasan dan dunia," ucapnya.

"Tidak ada keraguan bahwa Republik Islam sebagai negara terdepan dalam perang melawan terorisme, akan tetap berada di front terdepan dalam perang untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia," tegas Zarif. (RM)