Khoshroo: Pernyataan Menhan Saudi, Ancaman Nyata terhadap Iran
-
Gholamali Khoshroo
Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB menyebut pernyataan terbaru Menteri Pertahanan Arab Saudi dan Wakil Putra Mahkota kerajaan ini sebagai ancaman nyata terhadap Iran dan pengakuan atas kerjasama dan keterlibatan rezim Al Saud dengan aksi kekerasan dan teror di dalam negara ini.
Gholamali Khoshroo mengungkapkan hal itu dalam sebuah surat protes yang disampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Ketua Dewan Keamanan PBB pada Kamis (4/5/2017).
Seperti dilansir IRNA, Khoshroo dalam suratnya menulis, statemen Mohammed bin Salman pada hari Selasa yang mengatakan bahwa "tujuan Arab Saudi adalah menyeret perang ke dalam perbatasan Iran" adalah ancaman nyata terhadap Republik Islam dan pelanggaran terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB.
Ia menegaskan, pernyataan permusuhan Menhan Arab Saudi tidak hanya sebagai ancaman terhadap Iran, namun juga pengakuan jelas atas keterlibatan rezim Al Saud dengan tindakan terorisme dan kekerasan di dalam wilayah Iran, di mana gugur syahidnya sembilan tentara penjaga perbatasan negara ini oleh kelompok teroris yang memperoleh dukungan finansial dari Arab Saudi adalah contohnya.
Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB menjelaskan, ancaman ini datang dari sebuah rezim yang memiliki sejarah panjang dalam mendukung agresi dan penggunaan kelompok-kelompok teroris untuk mencapai tujuan-tujuan "cupet" dan ambisi berbahaya di kawasan dan sekitarnya.
Selama empat dekade terakhir, lanjut Khoshroo, kawasan dan dunia mengalami berbagai banyak kerugian dan gangguan disebabkan obsesi-obsesi tidak berdasar Arab Saudi terhadap Iran yang tercermin dengan jelas dalam pernyataan terbaru Mohammed bin Salman.
"Kebijakan-kebijakan tidak bertanggung jawab dan provokatif, dorongan dan dukungan kepada ekstremisme di dunia, dan petualangan berpandangan pendek dan gagal Arab Saudi di kawasan bersumber dari pendekatan-pendekatan ini," kata Khoshroo dalam suratnya.
Menurutnya, semua, termasuk para pejabat Arab Saudi harus diingatkan bahwa obsesi tidak berdasar seperti itu telah mendorong dukungan penuh Raja Arab Saudi kepada rezim Saddam Irak untuk mengagresi Iran pada tahun 1980-1988.
"Pembentukan al-Qaeda dan Taliban pada dekade 1990-an, dukungan kepada aksi teror dan instabilitas di Irak sejak tahun 2003, pembentukan dan dukungan finansial dan senjata kepada kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS), Front al-Nusra dan berbagai kelompok teroris lainnya di Irak dan Suriah selama beberapa tahun lalu adalah visualisasi dari obsesi keliru Arab Saudi yang menyebabkan ketidakamanan dan penderitaan di seluruh dunia," jelasnya.
Khoshroo menegaskan, Iran –berbeda dengan Arab Saudi– meyakini bahwa perdamaian dan stabilitas adalah kebaikan bersama bagi semua negara di kawasan Teluk Persia, dan tidak ada negara yang mencapai keamanan untuk dirinya dengan cara membahayakan keamanan negara lain. (RA)