Kewaspadaan Iran atas Manuver Musuh di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37244-kewaspadaan_iran_atas_manuver_musuh_di_kawasan
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran menilai prasyarat stabilitas, keamanan dan terciptanya keseimbangan adalah dimilikinya kekuatan di setiap bidang. Menurutnya, kekuatan pertahanan dalam situasi kawasan seperti sekarang ini tidak bisa dicegah dan merupakan hal yang urgen.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
May 07, 2017 14:21 Asia/Jakarta

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran menilai prasyarat stabilitas, keamanan dan terciptanya keseimbangan adalah dimilikinya kekuatan di setiap bidang. Menurutnya, kekuatan pertahanan dalam situasi kawasan seperti sekarang ini tidak bisa dicegah dan merupakan hal yang urgen.

Brigjen Hossein Dehqan, Menhan Iran dalam festival riset, teknologi dan inovasi di Tehran menjelaskan bahwa musuh berusaha menghalangi Iran menguasai seluruh unsur kekuatan. Dehqan menambahkan, untuk menyerang Revolusi Islam, musuh menggunakan seluruh kapasitas yang dimilikinya mulai dari ekonomi, politik, militer, budaya sampai spionase. Musuh melakukan hal tersebut untuk menjegal kemajuan, inspirasi dan menyebarnya model Republik Islam Iran, oleh karena itu mengamati seluruh manuver dan pergerakan musuh adalah hal yang urgen.

Statemen Menhan Iran yang merupakan reaksi atas ancaman-ancam Amerika Serikat terhadap Iran, kenyataannya adalah sikap tegas dan pada saat yang sama, peringatan. Realitasnya, setelah naiknya Donald Trump ke kursi kepresidenan Amerika, ia mengambil sejumlah kebijakan yang dapat menimbulkan dampak-dampak tidak terkontrol di kawasan. Oleh karena itu, sensitivitas Iran terhadap pergerakan musuh terutama yang ingin menghancurkan sumber-sumber kekuatan nasional Republik Islam, merupakan sesuatu yang urgen.

Bukti-bukti yang ada menunjukkan, Amerika dan Inggris dengan kerja sama beberapa sekutunya di kawasan saat ini tengah menyusun rencana untuk negara-negara regional, dan intervensi kedua negara itu di Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman dan Libya, menegaskan hal tersebut.

Penegasan Menhan Iran untuk mengamati pergerakan musuh muncul dari pengenalan atas lapisan-lapisan tersembunyi tujuan negara-negara imperialis dunia di kawasan. Amerika dengan menggunakan ancaman militer, perang lunak dan politik pecah belah lewat tangan kelompok-kelompok teroris seperti Daesh, berusaha menyeret kawasan ke dalam polarisasi dalam bentuk gerakan etnis, mazhab dan ideologi.

Tujuan pertama Amerika dari rekayasa ini adalah menjalankan proyek politik baru di kawasan, sehingga dalam situasi yang baru, negara itu dapat meningkatkan pengaruhnya. Implementasi program ini merupakan bagian dari strategi Amerika dalam kerangka tujuan jangka panjang. Dengan memperhatikan transformasi baru yang terjadi di Timur Tengah, terlihat bahwa Amerika dan beberapa negara kawasan serta rezim Zionis Israel, berada di balik layar seluruh skenario instabilitas regional.

Dengan demikian, apa yang bisa menutup jalan konspirasi dan menggagalkannya, adalah tetap menjaga kewaspadaan dan memahami esensi manuver musuh. Dalam situasi terkini kawasan, sekecil apapun kelalaian atas pergerakan musuh dapat semakin mendekatkan Amerika dengan tujuannya. Target kubu imperialis dunia pimpinan Amerika adalah menciptakan ketergantungan bagi negara-negara kawasan lewat perpecahan dan konflik internal yang satu ketika muncul dalam bentuk sentimen kesukuan, dan di kesempatan lain, muncul dalam bentuk gerakan separatis.

Jika konspirasi-konspirasi semacam ini tidak dipahami dengan benar, maka kerugian-kerugian yang ditimbulkan Amerika menjadi serius. Dalam kondisi seperti ini, menjaga keamanan, adalah prioritas utama. Mengamati pergerakan musuh juga dilakukan dengan maksud untuk memperoleh pemahaman yang memadai atas lingkungan dan ancaman-ancaman, yang merupakan prasyarat keamanan.

Oleh karena itu Menhan Iran menilai prasyarat stabilitas dan keamanan adalah dimilikinya kekuatan di berbagai bidang dan pengamatan seksama atas manuver musuh. Republik Islam Iran dengan menekankan sikap tegasnya dalam perang memerangi terorisme, mengamati dengan seksama petualangan perang Amerika di kawasan dan pasti peluang bagi Amerika untuk membuka ketegangan tidak akan pernah terbuka. (HS)