Tayebnia: Iran akan Berpartisipasi Aktif dalam Proyek Jalur Sutra Baru
-
Jalur Sutra
Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Islam Iran mengatakan, peran Republik Islam dalam proyek Jalur Sutra Baru akan sangat efektif disebabkan keterkaitannya dengan Jalur Sutra kuno secara tradisional, dan tentunya dalam proyek baru ini akan dipertimbangkan kerjasama yang lebih erat.
Ali Tayebnia mengatakan hal itu dalam wawancara dengan IRNA ketika menyinggung Forum "One Belt, One Road" (OBOR) untuk Kerjasama Internasional yang digelar di Beijing, Senin (15/5/2017).
"Pelaksanaan proyek Jalur Sutra Baru yang dikenal dengan 'One Belt, One Road' akan bermanfaat bagi semua negara," ujarnya.
Ia menambahkan, banyak negara dalam level tinggi berpartisipasi dalam Forum OBOR di Cina, dan pandangan yang disampaikan menunjukkan bahwa negara-negara itu menganggap serius proyek Jalur Sutra Baru ini.
Menurut Tayebnia, ia yang mewakili Republik Islam dalam Forum OBOR telah menandatangani dokumen terkait dengan forum tersebut bersama dengan perwakilan negara-negara lain, di mana dokumen ini berisi tentang kerjasama untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra.
Forum OBOR untuk Kerjasama Internasional digelar dari tanggal 14-15 Mei 2017. Forum ini dihadiri oleh 1.200 pemimpin, peneliti dan pejabat dari 100 negara lebih serta perwakilan dari 60 organisasi internasional termasuk Sekretaris Jenderal PBB, Presiden Bank Dunia dan Ketua Dana Moneter Internasional (IMF).
Inisiatif OBOR adalah suatu strategi pembangunan yang diusulkan oleh Xi Jinping, Presiden Cina yang berfokus pada konektivitas dan kerjasama antarnegara, terutama antara Cina dan seluruh negara Eurasia.
Inisiatif tersebut terdiri atas dua konsep utama: "Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21." Dua konsep ini bertujuan untuk menghubungkan negara-negara yang dilintasi rute perdagangan Jalur Sutra kuno, yaitu mulai dari Asia Tengah hingga Eropa dan Afrika, serta mulai dari Asia Tenggara hingga Jazirah Arab. (RA)