Baghaei: AS Masih Berpegang pada Pola Pikir Buatan Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189808-baghaei_as_masih_berpegang_pada_pola_pikir_buatan_zionis
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pihak Amerika masih bersikeras pada pola pikir yang dibuat dan dibangun oleh rezim Zionis.
(last modified 2026-05-12T05:15:34+00:00 )
May 12, 2026 12:14 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Jubir Kemnlu Iran
    Esmaeil Baghaei, Jubir Kemnlu Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pihak Amerika masih bersikeras pada pola pikir yang dibuat dan dibangun oleh rezim Zionis.

Dilansir Pars Today, 11 Mei 2026, Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguannya, menanggapi pertemuan Trump dan Netanyahu serta reaksi mereka terhadap proposal Iran, mengatakan, "Satu-satunya hal yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran. Apakah tuntutan Iran untuk mengakhiri perang dan menghentikan pembajakan laut terhadap kapal-kapal Iran, serta tuntutan untuk membebaskan aset milik rakyat Iran yang telah diblokir secara tidak adil selama bertahun-tahun adalah tuntutan yang berlebihan? Apakah proposal kami untuk lalu lintas yang aman di Selat Hormuz adalah tuntutan yang berlebihan? Apakah membangun keamanan di kawasan dan Lebanon utara adalah tuntutan yang berlebihan?"

"Kami mengajukan proposal-proposal yang murah hati, tidak hanya untuk kepentingan Iran, tetapi untuk seluruh kawasan. Semua hal ini seharusnya dibahas dalam paket proposal. Namun, kami menyesalkan bahwa pihak Amerika masih bersikeras pada pola pikir yang dibuat dan dibangun oleh rezim Zionis."

Mengenai Kunjungan Trump ke Tiongkok

Baghaei menegaskan, "Kunjungan Trump ke Tiongkok adalah masalah bilateral mereka. Tiongkok adalah salah satu mitra strategis kami, dan kami terus berkomunikasi dengan mereka. Tiongkok sangat memahami posisi kami dan mengetahui dengan baik bahwa perang paksaan terhadap Iran bukanlah isu sementara, tetapi bagian dari proses global untuk meningkatkan unilateralisme oleh AS. Stabilitas Asia Barat sama pentingnya bagi Tiongkok seperti bagi kami. Mitra-mitra Tiongkok kami tahu persis bagaimana memanfaatkan peluang ini."

Klaim AS dan Peran Iran di Kawasan

Baghaei juga menanggapi klaim AS, menyatakan bahwa Iran telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang bertanggung jawab di kawasan, sekaligus penentang bullying. Ia menantang para kritikus untuk melihat catatan Iran.

"Apakah kami yang mengerahkan pasukan? Apakah kami yang melakukan pembunuhan dalam dua putaran negosiasi?" tanya Baghaei, merujuk pada klaim serangan teroris oleh agen Israel di dalam negeri.

Ia juga merujuk pada intervensi AS di kawasan, menyatakan, "Kehadiran AS di kawasan itu sendiri adalah contoh dari siklus kekerasan di wilayah ini."

Jubir Iran dengan tegas menolak 'mentalitas Zionis' yang dituduhkannya mendominasi pemikiran para pejabat AS, dan mengulangi seruan Tehran untuk diplomasi yang berfokus pada hak-hak Iran, stabilitas regional, dan penghentian apa yang disebutnya sebagai 'pembajakan' di laut. Mengenai pertemuan puncak Trump di Beijing, pesan Baqaei jelas: Tiongkok peka terhadap kepentingan strategis Iran di kawasan dan tetap menjadi sekutu yang kuat, apa pun hasil pembicaraan Washington.(Sail)