Daras Akhlak Ayatullah Sayid Ali Khamenei: Hak Mukmin atas Saudara Mukminnya
-
Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagaimana ulama lainnya dalam kuliah Fiqih dan Ushul Fiqihnya dalam sepekan mengkhususkan sehari untuk menyampaikan syarah atas hadis-hadis akhlak yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber hadis berasal dari buku as-Syafi fi al-'Aqaid, al-Akhlaq wa al-Ahkam dan al-Amali. Kali ini beliau berbicara tentang "Hak Mukmin atas Saudara Mukminnya".
Nabi Muhammad Saw bersabda, "Setiap mukmin memiliki 7 hak dari saudara mukminnya, dimana Allah Swt mewajibkan untuk melaksanakannya."
Kita harus serius terkait hak-hak ini.
Salah satu dari hak itu adalah ketika engkau menganggap terhormat saudara mukminmu di dalam hatimu, maka sudah barang tentu ia juga terhormat di matamu. Terhormat di sini dari sisi apa? Dari sisi keimanannya. Yakni, kelaziman dari penjelasan ini adalah pentingnya saling menghormati dan memuliakan antara sesama saudara mukmin. Memandang saudara mukminnya dengan penuh kehormatan. Yakni, jangan sampai menganggap remeh kepada saudara mukmin. Ini hak yang pertama.
Kedua, kecintaanmu kepadanya ada pada hatimu. Ada kebersamaan dalam hartamu. Ketika suatu saat engkau memiliki dan ia berada pada puncak kebutuhan, maka engkau harus membantunya. Larang siapa saja berbicara buruk tentang dirinya di belakangnya. Bukan saja engkau tidak menggibahnya, tapi jangan biarkan orang lain melakukannya. Ketika ia ia sakit, maka hendaknya engkau mengunjunginya.
Setelah ia meninggal pun jangan sampai kita berlepas tangan darinya. Ketika seorang saudara mukmin meninggal dunia, kita harus menghadiri prosesi pemakaman jenazahnya. Yakni, kita harus tetap bersamanya, sekalipun setelah ia meninggal. Setelah ia meninggal, kita harus mengucapkan tentang hal-hal yang baik darinya. Sekalipun kita tahu ia punya keburukan, itu tidak kita ucapkan. Dalam riwayat disebutkan, mereka yang meninggal telah pergi dan tidak punya kemampuan untuk membela diri. Oleh karenanya, ucapkan tentang hal-hal yang baik darinya. Pada akhirnya seseorang juga punya kebaikan.