IRGC Peringatkan AS untuk Tidak Mengusik Lembaga ini
-
Mayor Jenderal Mohammad Baqeri
Pejabat tinggi militer Iran memperingatkan AS soal dampak dari langkah yang mungkin diambil Washington untuk melabel Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Bulan lalu, para senator AS mengeluarkan sebuah undang-undang sanksi yang menargetkan individu dan entitas Iran setelah mereka meminta Departemen Luar Negeri untuk melabel IRGC sebagai organisasi teroris.
"Melabel IRGC sama dengan kelompok teroris dan menjatuhkan sanksi serupa merupakan risiko besar bagi Amerika serta untuk pangkalan dan pasukan mereka di kawasan," kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, Senin (17/7/2017).
Hasil voting Senat Bipartisan AS itu adalah menuntut tindakan lebih tegas dari pemerintahan Presiden AS Trump anti-IRGC, yang merupakan pasukan penting dalam melindungi Republik Islam Iran.
Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, baru-baru ini menyatakan bahwa Washington akan mendukung perubahan "damai" rezim di Iran, dan bahwa segala kebijakan Iran sedang dalam pembangunan .
Baqeri memperingatkan Amerika Serikat soal "perhitungan yang keliru" mengenai Republik Islam, termasuk rencana sanksi dan kemungkinan memasukkan IRGC dalam daftar hitam kelompok teroris.
Baqri lebih lanjut mengimbau para pejabat Amerika untuk berbicara dengan sedikit bijak dan lebih dewasa dengan negara lain, terutama dengan negara seperti Iran yang dengan bangga dan kokoh menentang segala bentuk konspirasi, serta untuk tidak memainkan kehormatan mereka."
Menurutnya, Washington merencanakan sanksi anti-Iran di saat kesepakatan nuklir telah tercapai dengan jelas melarang pemberlakuan sanksi baru terhadap Republik Islam.
Namun AS mengklaim bahwa sanksi baru berkaitan dengan program rudal Republik Islam serta dukungan Tehran terhadap Hizbullah Lebanon dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Baqeri menekankan bahwa "kekuatan rudal Iran bersifat defensif dan tidak akan dapat ditawar.
Dikatakannya, "Bangsa Iran selalu melawan sistem hegemoni dan arogansi, terutama Amerika Serikat, dan menjadi semakin kokoh [dalam hal ini]. Oleh karena itu, sanksi lebih lanjut akan memberi kesempatan bagi pertumbuhan dan kemandirian bangsa ini.(MZ)