Sidang Komite Bersama JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41464-sidang_komite_bersama_jcpoa
Sidang kedelapan Komisi Bersama Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) digelar pada Jumat (21/7/2017). Sama seperti sidang sebelumnya, sidang tersebut berakhir dengan penekanan pentingnya pelaksanaan penuh JCPOA oleh semua pihak terkait.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Jul 22, 2017 13:48 Asia/Jakarta

Sidang kedelapan Komisi Bersama Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) digelar pada Jumat (21/7/2017). Sama seperti sidang sebelumnya, sidang tersebut berakhir dengan penekanan pentingnya pelaksanaan penuh JCPOA oleh semua pihak terkait.

Sayid Abbas Araqchi, Wakil Menlu Iran, di akhir sidang kedelapan Komisi Bersama JCPOA di Wina, Austria, dalam wawancara dengan para wartawan, menyinggung bahwa semua pihak telah mengakui komitmen Iran terhadap JCPOA dan kerjasamanya dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).  

Dijelaskannya, para anggota Komisi Bersama JCPOA menekankan penghindaran segala langkah yang dapat menghalangi pelaksanaan sukses JCPOA.  Dua tahun berlalu sejak penandatanganan JCPOA dan satu setengah tahun sejak pelaksanaannya. Selama itu, JCPOA mengalami liku yang fluktuaktif. Dan Komisi Bersama JCPOA di Wina juga terus menggelar sidang selama berkala dan mengawasi pelaksanaannya.

Sejumlah laporan membenarkan bahwa sejak pelaksanaan JCPOA, Amerika Serikat telah mengambil lebih dari 30 langkah yang bertentangan dengan kesepakatan internasional itu. Pelanggaran terbaru terhadap JCPOA oleh Amerika Serikat terjadi pada tanggal 15 Juni 2017. Senat Amerika Serikat kembali merilis paket sanksi anti Iran yang disebut dengan Undang-Undang Melawan Aksi Destabilisasi Iran 2017. Pakta itu mencakup sanksi terhadap program rudal Iran, sanksi terkait isu terorisme dan sanksi-sanksi persenjataan terhadap Republik Islam.  

Gelombang sanksi-sanksi tersebut selalu direproduksi oleh Amerika Serikat, di saat Washington telah berkomitmen untuk menunjukkan itikad baik dan menjaga atmosfer konstruktif serta jauh dari segala bentuk langkahyang dapat menghalangi pelaksanaan sukses JCPOA.  

Pertanyaan yang masih tersisa hingga kini adalah, sampai kapan Amerika Serikat akan melanjutkan perilaku ini dan apakah ada mekanisme khusus untuk menghadapi pelanggaran seperti ini.

Sayid Abbas Araqchi, satu tahun lalu pada acara ulang tahun pelaksanaan JCPOA, dalam jumpa persnya mengatakan, "Amerika Serikat dan Eropa dalam setahun lalu telah melakukan berbagai upaya untuk menjegal JCPOA."

Seorang pejabat Amerika Serikat dalam beberapa bulan lalu mengatakan, "Kami akan upayakan agar para investor dunia tidak berani terjun ke Iran."

Sekarang tuntutan Iran adalah pelaksanaan JCPOA sesuai ketentuan yang telah disepakati. Karena berlanjutnya sikap negatif terhadap JCPOA akan merusak kredibilitas dan kepentingan semua negara terkait.

Situs Foreign Policy beberapa waktu dalam sebuah laporan menyebutkan, "… lawanlah Iran, akan tetapi jangan sampai membahayakan kesepakatan nuklir.(MZ)