Iran Luncurkan Rudal Pertahanan Udara Jarak Jauh Sayyad-3
-
Rudal pertahanan udara jarak jauh, Sayyad-3.
Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya Militer Republik Islam Iran mengatakan, teknologi penggabungan dalam memproduksi rudal jarak jauh pertahanan udara Sayyad-3 hanya dimiliki oleh beberapa negara, di mana para ahli Iran telah mampu mendesain dan memproduksinya dengan bersandar pada kemampuan internal dan meskipun di masa sanksi.
Brigadir Jenderal Farzad Esmaili mengatakan hal itu dalam acara peluncuran rudal pertahanan udara jarak jauh Sayyad-3 di Tehran, ibukota Iran, Sabtu (22/7/2017).
"Peresmian Sayyad-3 bukan hanya produksi sebuah rudal, namun produksi sebuah teknologi baru," ujarnya.
Ia menambahkan, rudal pertahanan udara jarak jauh Sayyad-3 memiliki banyak kemampuan dalam perang elektronik dan juga memungkinkan penggunaannya terhadap target-target dengan tingkat rendah.
Menurut Esmaili, rudal Sayyad-3 yang terhubung dengan sistem senjata Talash-2 telah masuk ke jaringan terpadu pertahanan udara Iran dan memiliki kemampuan rudal Sayyad-1 dan Sayyad-2.
Sementara itu, Brigadir Jenderal Hossein Dehghan, Menteri Pertahanan Iran dalam acara tersebut mengatakan, "Rudal Sayyad-3 telah dirancang berdasarkan teknologi terkini di dunia."
Ia menjelaskan, rudal Sayyad-3 dalam operasinya dapat dilibatkan dalam berbagai jenis ancaman seperti pesawat tempur anti-radar, drone, rudal jelajah, helikopter dan berbagai jenis pesawat terbang modern yang memiliki kemampuan dan kecepatan manuver yang tinggi.
Dehghan menuturkan, rudal Sayyad-3 dilengkapi dengan kemampuan manuver gabungan, alat pengawas canggih, kemampuan inframerah, dan fitur canggih untuk melawan taktik perang elektronik.
Produksi massal dan penyerahan rudal pertahanan udara jarak jauh Sayyad-3 dibuka di Tehran pada Sabtu, 22 Juli 2017. (RA)