Pasdaran: Intifada Baru Palestina, Mimpi Buruk Zionis
-
Pasdaran
Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengecam penyerbuan rezim Zionis Israel ke Masjid al-Aqsa dan kekerasan rezim ini terhadap rakyat Palestina, dan menilai munculnya Intifada Baru dan kebangkitan generasi baru Palestina yang bersandar pada opsi Muqawama (perlawanan) sebagai mimpi buruk bagi rezim Zionis dan pendukung regional dan trans-regionalnya.
Seperti dilansir Sepah News, Pasdaran dalam pernyataan pada Senin (24/7/2017) menyebutkan, tindakan agresif dan kejahatan baru rezim Zionis terhadap Masjid al-Aqsa menunjukkan ketakutan Zionis atas terbentuknya Intifada Baru dan kedalaman perjuangan rakyat Palestina serta meningkatnya kapasitas perlawanan anti-Zionis.
Disebutkan pula bahwa tindakan rezim Zionis yang menodai nilai-nilai suci umat Islam dan agresi ke Masjid al-Aqsa pasti akan gagal dan proyek Yahudisasi al-Quds tidak akan berhasil.
Pasdaran atau IRGC lebih lanjut menjelaskan, berkat tekad rakyat Palestina dan kewaspadaan bangsa-bangsa di kawasan, peta rezim Zionis dari Nil hingga Furat telah mengarah ke dalam tong sampah sejarah.
Pasdaran juga mengecam kebungkaman komunitas internasional Hak Asasi Manusia dan para pemimpin sejumlah negara Arab, dan menegaskan pentingnya pembentukan gelombang dukungan baru untuk mendukung Intifada baru Palestina.
"Pasukan Garda Revolusi Islam sebagai salah satu pendukung utama dan strategis Intifada Palestina memuji tekad semua mujahid di jalan al-Quds dan tidak akan ragu sedikitpun untuk mendukung mereka," tegas Pasdaran.
Sejak hari Jumat, 14 Juli 2017 hingga Minggu, 16 Juli 2017, aparat keamanan Israel menutup gerbang-gerbang Masjid al-Aqsa dan melarang jamaah Palestina shalat di tempat suci ini. Langkah itu dilakukan atas perintah langsung Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis.
Pasca pembukaan pintu-pintu masuk ke Masjid al-Aqsa, aparat keamanan rezim Zionis memasang gate-gate keamanan di pintu-pintu masuk masjid ini.
Langkah rezim Zionis tersebut menuai protes keras dari rakyat Palestina dan para pejabat di banyak negara muslim dan internasional.
Demonstrasi rakyat Palestina juga direaksi aparat keamanan Israel dengan kekerasan. Sejak 14 Juli 2017 hingga Minggu, 23 Juli 2017, delapan warga Palestina telah gugur syahid dan ratusan lainnya terluka akibat kekerasan aparat keamanan Israel. (RA)