Qassemi: AS Sendiri yang Mengancam Kesuksesan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41700-qassemi_as_sendiri_yang_mengancam_kesuksesan_jcpoa
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan, DPR Amerika dengan menetapkan sanksi non-nuklir anti Iran, telah mengancam kesuksesan pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang merupakan sebuah kesepakatan multilateral dan internasional.
(last modified 2026-07-16T10:11:38+00:00 )
Jul 26, 2017 13:49 Asia/Jakarta
  • Bahram Qassemi
    Bahram Qassemi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan, DPR Amerika dengan menetapkan sanksi non-nuklir anti Iran, telah mengancam kesuksesan pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang merupakan sebuah kesepakatan multilateral dan internasional.

DPR AS pada Selasa malam(25/7/2017), menetapkan draf paket sanksi komprehensif anti-Iran dengan 419 suara setuju.

Bahram Qassemi, jubir Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (26/7/2017) mengecam langkah ilegal DPR AS dalam menetapkan sanksi anti-Iran dan mengatakan, Amerika Serikat harus melaksanakan komitmennya sesuai JCPOA dan bahwa ketentuan dalam negeri tidak dapat dijadikan alasan untuk mengelak dari komitmen internasionalnya.

Qassemi menjelaskan, Republik Islam Iran hingga kini dan sesuai dengan pengakuan Badan Energi Internasional, serta pengakuan negara-negara anggota Kelompok 5+1, telah melaksanakan komitmennya sesuai JCPOA dan diharapkan pihak-pihak lain juga melaksanakan hal yang sama, termasuk Amerika Serikat.

Menurut Qassemi, penetapan RUU sanksi baru anti-Iran itu bertentangan dengan spirit dan materi JCPOA. Namun Republik Islam akan memberikan reaksi yang setimpal dalam rangka menjaga kepentingan nasional.

Lebih lanjut Qassemi menyinggung klaim tidak berdasar soal kekuatan militer dan kemampuan rudal Iran seraya mengatakan, "Program rudal Iran sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2231 dan tidak ada hal yang dapat mencegah Iran untuk menikmati dan melaksanakan politik prinsipnya terkait peningkatan kemampuan militernya."

Qassemi juga mengatakan, "Tudingan bahwa Iran adalah faktor destabilitator di kawasan itu mengemuka di saat pemerintah Amerika Serikat harus bertanggungjawab atas invasi ke Irak dan pembentukan kelompok teroris termasuk Daesh, serta perluasan instabilitas di kawasan akibat politik Washington dan sekutunya.(MZ)