Zarif: JCPOA Bukan Hasil dari Kepercayaan kepada AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i42862-zarif_jcpoa_bukan_hasil_dari_kepercayaan_kepada_as
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) bukan hasil dari kepercayaan kepada Amerika Serikat, namun menunjukkan ketidakpercayaan serius kepada kebijakan Washington sejak hari pertama perundingan hingga di jalur implementasinya.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Aug 16, 2017 13:28 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menlu RII
    Mohammad Javad Zarif, Menlu RII

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) bukan hasil dari kepercayaan kepada Amerika Serikat, namun menunjukkan ketidakpercayaan serius kepada kebijakan Washington sejak hari pertama perundingan hingga di jalur implementasinya.

Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam sidang uji kelayakannya di parlemen Iran untuk mengemban kembali jabatan sebagai Menlu negara ini di pemerintahan Iran mendatang.

"Setelah bertahun-tahun ancaman dan sanksi, pemerintah AS sebelumnya datang ke meja perundingan, dan sekarang negara ini sebagai anggota JCPOA tidak bisa melupakan kewajiban-kewajibannya, sebab, kebijakan seperti ini akan menyebabakan terkucilnya AS," ujarnya pada Rabu (16/8/2017).

Menlu Iran menambahkan, prinsip keunggulan Barat di dunia telah berakhir dan di periode pasca Barat, kebijakan global tidak terbatas pada kekuatan besar.

Zarif juga menyinggung upaya rezim Zionis Israel untuk memperluas Iranphobia dan Syiahphobia di kawasan dan dunia.

Ia menjelaskan, perubahan di AS dimanfaatkan untuk menciptakan ketegangan dan krisis yang lebih parah di kawasan, namun kebijakan ini merupakan sebuah kesalahan mendasar dalam perhitungan.

Menlu Iran menilai upaya untuk menciptakan lembaga-lembaga regional dan front satu di kawasan guna menangani ektremisme dan terorisme sebagai agenda terpenting dari kebijakan luar negeri Iran.

"Kerjasama dengan dunia Islam untuk menghadapi rezim Zionis (Israel) dan mengembalikan isu Palestina sebagai prioritas dunia Islam akan menjadi kunci persatuan regional Republik Islam Iran," jelasnya.

Zarif menegaskan, rakyat Iran telah mendirikan pemerintahan yang stabil dan maju di kawasan yang tidak stabil melalui pengabdian, pengorbanan dan resistensi, dan Iran telah berubah menjadi sebuah negara di kawasan, di mana keamanannya muncul dari dalam dan rakyatnya. (RA)