Zarif: Represi AS terhadap IAEA Melanggar Spirit JCPOA
-
Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif dalam suratnya kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa dan dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) seraya mengisyaratkan kunjungan dubes AS di PBB ke Wina menilai represi Washington kepada organisasi nuklir dunia sebagai pelanggaran terhadap spirit dan isi Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Nikki Haley, wakil tetap AS di PBB Rabu (23/8) bertemu dengan Yukiya Amano, dirjen IAEA di Wina untuk menekan organisasi ini menginspeksi pusat-pusat militer Iran.
Mohammad Javad Zarif di suratnya kepada Federica Mogherini, kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dan Yukiya Amano yang dikirim 19 Agustus 2017 menekankan, kunjungan Nikki Haley ke markas besar IAEA yang ditujukan untuk menekan organisasi ini adalah pelanggaran terhadap spirit dan isi JCPOA serta IAEA harus menyikapi hal ini secara profesional.
Menlu Iran menambahkan, Haley yang menyatakan tujuan kunjungannya ke Wina untuk menekan IAEA telah melemahkan secara total kredebilitas organisasi ini yang mengemban misi mencegah penyebaran senjata nuklir khususnya pengawasan terhadap JCPOA.
Seraya menekankan bahwa IAEA harus menghindari penyebaran informasi dan data rahasia aktivitas nuklir Iran kepada pihak ketiga, Zarif menjelaskan, IAEA berdasarkan isi JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan tidak diperkenankan mencegah kemajuan ekonomi dan teknis Iran serta menjaga ketentuan keamanan yang tengah dijalankan dan hak pribadi.
Kapala diplomasi Iran meminta Mogherini sebagai koordinator Komisi Bersama JPCOA memberikan suratnya tersebut kepada anggota komisi ini dan menjadikan kunjungan Haley ke markas IAEA di Wina sebagai agenda kerja sidang berikutnya komisi tersebut. (MF)