Iran Tolak Tuntutan yang Keluar dari Kerangka JCPOA
-
Bahram Qasemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan, Tehran tidak akan pernah mengizinkan pihak lain untuk masuk ke bidang-bidang yang telah dilarang dalam Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Dalam wawancaranya dengan kantor berita IRIB, Minggu (27/8/2017), Qasemi menuturkan, Amerika Serikat tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan Iran telah memberikan teguran dan masukan yang diperlukan kepada badan nuklir PBB itu.
Amerika, lanjutnya, dengan cara-cara yang gagal mencoba menuding Iran tidak bekerjasama dengan IAEA dan melanggar JCPOA, tapi kewaspadaan Tehran akan menggagalkan aksi mereka.
Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley telah melakukan pertemuan dengan Dirjen IAEA Yukiya Amano di Wina, Austria untuk membahas masalah nuklir Iran.
Qasemi meminta Amano untuk mempertahankan independensi dan posisi lembaga internasional tersebut di hadapan tuntutan-tuntutan tidak rasional AS.
"Republik Islam dengan bijak akan melanjutkan kebijakannya terkait JCPOA; tidak akan menjadi pihak pertama dalam melanggarnya dan akan berusaha mempertahankannya," tegasnya.
Ia juga meminta negara-negara Eropa anggota Kelompok 5+1 untuk melawan kebijakan unilateral Amerika dan tidak membiarkan sebuah negara secara sepihak ingin memperlemah JCPOA.
AS telah mendesak IAEA agar meminta akses ke situs-situs militer Iran, dan mengklaim bahwa JCPOA sama sekali tidak membedakan antara inspeksi ke situs militer maupun non-militer. (RM)