Permusuhan Terhadap IRGC Bukti Rendahnya Intelektual Trump
-
Hossein Ashtari
Komandan Polisi Republik Islam Iran (NAJA) menggambarkan pernyataan permusuhan Presiden Amerika Serikat anti-Korps Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC) sebagai hasil dari rendahnya intelektual dan ketidaktahuanya terhadap dunia.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Jumat pekan lalu kembali mengulang tuduhan palsunya terhadap bangsa Iran dan mengklaim bahwa Tehran mendukung terorisme dan mencantumkan nama IRGC sebagai lembaga yang berperan penting dalam pemberantasan terorisme dukungan Washington di Suriah dan Irak, ke dalam list sanksi baru.
IRNA melaporkan, Brigadir Jenderal Hossein Ashtari, pada hari Senin (16/10/2017) dalam acara pembukaan pameran internasional perlengkapan polisi, keamaan dan keselamatan di Tehran mengatakan, "Kaum arogan khususnya Amerika Serikat haru mengetahui bahwa kekompakan ada dalam Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.
Ashtari menekankan bahwa saat ini, Iran berada kawasan yang bergejolak dan sejumlah negara tetangga sedang mengalami ketidakamanan menyusul kesewenang-wenangan kaum imperialis. Ditegaskannya, kekuatan konsultasi dan pertahanan Iran telah mampu mengembalikan keamanan kawasan dengan bantuan masyarakat dari berbagai negara, dimana Irak dan Suriah termasuk di antaranya.
Komandan pasukan polisi Iran, menilai penggelaran pameran internasional peralatan dan perlengkapan polisi merupakan bagian dari kemampuan Iran dan mengatakan, "Dunia harus mengetahui jika Iran berada di bawah tekanan, bukan saja tidak akan hancur melainkan akan lebih kuat dan pameran ini membuktikan kemampuan saat ini antara para pemikir, ilmuwan dan para penemu Iran."
Pameran internasional perlengkapan dan peralatan polisi, keamanan dan keselamatan, dihadiri 350 perusahaan dari 28 negara dunia yang digelar pada 16-19 Oktober 2017 di Tehran.(MZ)