Mayjen Ja'fari: Kesiapan Pertahanan, Prioritas Mutlak Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46125-mayjen_ja'fari_kesiapan_pertahanan_prioritas_mutlak_iran
Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) menegaskan kesiapan sektor pertahanan negara ini sebagai prioritas mutlak bagi Republik Islam.
(last modified 2026-06-14T18:16:20+00:00 )
Okt 20, 2017 00:47 Asia/Jakarta
  • Mayjen Mohammad Ali Ja\'fari, Komandan Pasdaran.
    Mayjen Mohammad Ali Ja\'fari, Komandan Pasdaran.

Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) menegaskan kesiapan sektor pertahanan negara ini sebagai prioritas mutlak bagi Republik Islam.

"Pasdaran melindungi rakyat Republik Islam Iran dalam menghadapi musuh," kata Mayor Jenderal Mohammad Ali Ja'fari dalam pernyataannya Kamis (19/10/2017) seperti dikutip Sepah News.

Ia mengapresiasi simpati, dukungan yang tulus dan posisi revolusioner rakyat dan pejabat Iran kepada Pasdaran dalam menghadapi serangan psikologis dari penguasa Amerika Serikat.

"Volume dan esensi dukungan terbaru rakyat dan pejabat Republik Islam Iran kepada Pasdaran menunjukkan bahwa kita telah berada di awal tahap dari proses penyempurnaan Revolusi Islam," imbuhnya.

Mayjen Ja'fari menegaskan, musuh –dengan mengaktifkan semua ancaman sia-sianya terhadap bangsa besar Iran– menunjukkan kepada kita bahwa hingga sekarang peningkatan kesiapan pertahanan untuk menghadapi musuh adalah satu prioritas mutlak.

Komandan Pasdaran (IRGC) lebih lanjut menyinggung pernyataan anti-Iran yang dilontarkan oleh Donald Trump, Presiden AS. Ia mengatakan, perilaku seperti ini akan semakin menggiring AS ke arah penghapusan dirinya sendiri dari arena.

Sebelumnya, IRGC dalam pernyataan pada Kamis, mengapresiasi dukungan rakyat dan pemerintah Iran dalam upaya memberi jawaban tegas terhadp statemen Presiden AS yang menyerang Pasdaran.

"Sikap permusuhan Presiden AS dengan menjatuhkan sanksi keji baru terhadap Pasdaran menunjukkan peran penting institusi ini dalam menggagalkan kebijakan para pejabat Gedung Putih dan rezim Zionis (Israel) untuk mengubah peta kawasan, membagi dan melemahkan negara-negara Muslim," kata pernyataan itu. (RA)