Pakpour: Persatuan Militer Iran dan IRGC Membuat Musuh Putus Asa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46211-pakpour_persatuan_militer_iran_dan_irgc_membuat_musuh_putus_asa
Komandan Pasukan Angkatan Darat Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) mengatakan, persatuan antara militer dan Pasdaran sebagai satu laskar ilahi telah menciptakan harapan dalam hati para pecinta Republik Islam Iran dan keputusasaan dalam hati musuh-musuh Revolusi Islam.
(last modified 2026-06-14T18:16:20+00:00 )
Okt 23, 2017 14:57 Asia/Jakarta
  • Brigjen Mohammad Pakpour, Komandan AD IRGC.
    Brigjen Mohammad Pakpour, Komandan AD IRGC.

Komandan Pasukan Angkatan Darat Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) mengatakan, persatuan antara militer dan Pasdaran sebagai satu laskar ilahi telah menciptakan harapan dalam hati para pecinta Republik Islam Iran dan keputusasaan dalam hati musuh-musuh Revolusi Islam.

Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan hal itu dalam pidatonya dalam seminar di seminar empati dan persatuan antara militer dan Pasdaran (Seminar Persatuan) di Tehran, ibukota Iran, Senin (23/10/2017).

"Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran hingga sekarang telah ada persatuan dan empati sempurna di dalam Angkatan Bersenjata Revolusi Islam Iran dan ini akan terus ada," imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa persatuan dan empati di antara pasukan Angkatan Bersenjata Iran merupakan faktor pencegah penting dalam menghadapi musuh.

"Persatuan dan empati ini harus dipublikasikan media agar musuh-musuh Revolusi Islam mengetahui bahwa pasukan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berdiri bersama dengan teguh seperti sebelumnya," ujarnya.

Brigjen Pakpour lebih lanjut menyinggung konspirasi musuh di berbagai bidang, terutama budaya, politik dan ekonomi.

"Musuh melalui berbagai konspirasinya tidak akan pernah mampu menembus Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dan Republik Islam selalu hadir di barisan terdepan dalam menghadapi krisis dengan persatuan," tegasnya.

Di bagian lain pidatonya, Komandan AD IRGC juga menyinggung keberhasilan Iran yang telah menggagalkan konspirasi dan program-program Amerika Serikat di Suriah dan Irak.

"AS tidak menginginkan adanya ketenteraman di kawasan," tuturnya.

Ia juga menyinggung referendum pemisahan Kurdistan dari Irak dan mengatakan, ketika AS memahami bahwa kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di Irak di ambang kemusnahan, negara itu menciptakan krisis baru dengan mendorong referendum pemisahan Kurdistan dari Irak agar konflik di negara ini berlanjut. (RA)