Zarif di Dushanbe: Cakrawala Baru dalam Hubungan Iran-Tajikistan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46659-zarif_di_dushanbe_cakrawala_baru_dalam_hubungan_iran_tajikistan
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam kunjungannya ke kota Dushanbe, ibukota Tajikistan Rabu sore (8/11) melakukan pertemuan dengan Emomali Rahmon, Presiden Tajikistan. Dalam pertemuan yang dilakukan selama dua jam itu, kedua pihak membicarakan pelbagai dimensi hubungan bilateral dan sejumlah tema regional.
(last modified 2026-03-13T19:03:59+00:00 )
Nov 09, 2017 16:34 Asia/Jakarta

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam kunjungannya ke kota Dushanbe, ibukota Tajikistan Rabu sore (8/11) melakukan pertemuan dengan Emomali Rahmon, Presiden Tajikistan. Dalam pertemuan yang dilakukan selama dua jam itu, kedua pihak membicarakan pelbagai dimensi hubungan bilateral dan sejumlah tema regional.

Menlu Zarif tiba di kota Dushanbe Rabu pagi atas undangan resmi Tajikistan dan sebelum bertemu dengan presiden negara ini, terlebih dahulu Zarif melakukan pertemuan dengan Sirodjidin Aslov, timpalannya dari Tajikistan. Bersamaan dengan kunjungan Zarif ke Tajikistan, bangunan baru kedutaan besar Republik Islam Iran di kota Dushanbe diresmikan dengan kehadiran menteri luar negeri kedua negara.

Sesuai dengan laporan kantor media kepresidenan Tajikistan, Mohammad Javad Zarif dan Emomali Rahmon menyepakati sejumlah masalah penting dan membahas perkembangan kerjasama ekonomi dan perdagangan, investasi, energi, pertanian dan perindustrian. Dalam pertemuan presiden Tajikistan dan menteri luar negeri Iran juga dibicarakan masalah keamanan regional, perang melawan terorisme, ekstremisme dan kerjasama dalam kerangka lembaga-lembaga regional dan internasional.

Kunjungan Zarif sebagai pejabat tinggi Iran ke Tajikistan pasca sejumlah kejadian terbaru di tingkat kedua negara menunjukkan babak baru dalam hubungan kedua negara. Iran dan Tajikistan memiliki banyak kesamaan, seperti bahasa dan budaya. Dua hal ini menjadi modal bagi perluasan hubungan bilateral, khususnya di bidang politik dan ekonomi.

Iran dengan bersandar pada dua prinsip penting; saling menghormati dan dialog konstruktif berusaha memperluas hubungannya dengan negara-negara di kawasan. Sekaitan dengan hal ini, Tajikistan sebagai negara yang masyarakatnya berbahasa Persia mendapat perhatian khusus Iran. Republik Islam Iran merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Tajikistan dari Uni Soviet dan di masa perang saudara Tajikistan di tahun 1992-1997, Iran memediasi perdamaian di negara ini.

Pasca berakhirnya periode tersebut, Iran berusaha proaktif di sektor ekonomi Tajikistan. Kemitraan di sejumlah proyek infrastruktur terutama di bidang pembangunan bendungan dan jalan, termasuk  dari aktivitas ekonomi Iran di negara ini. Pembangunan bendungan dan pembangkit listrik tenaga air Sang Tudeh 2 di barat daya Tajikistan merupakan proyek terpenting Iran di negara ini.

Fase pertama pembangkit listrik tenaga air ini diresmikan pada September 2011 bersamaan dengan peringatan kemerdekaan Tajikistan ke 20 yang dihadiri oleh presiden Republik Islam Iran dan Tajikistan. September 2014 saat pemanfaatan turbin kedua pembangkit listrik tenaga air Sang Tudeh di Tajiskitan, Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran mengatakan, satu dari upaya para teknisi Iran di Tajikistan telah berhasil.

Perluasan kerjasama ekonomi Iran dan Tajikistan senantiasa mendapat perhatian Tehran. Pentingnya masalah ini akan semakin mengalami kemajuan pasca kunjungan Zarif ke kota Dushanbe. Sekaitan dengan hal ini, rencananya pertengahan bulan November ini akan diselenggarakan pertemuan ke-12 komisi bersama kerjasana perdagangan, ekonomi, teknisi dan budaya Iran-Tajikistan di kota Dushanbe. Masalah ini juga telah dibicarakan dalam pertemuan Zarif dengan presiden Tajikistan.

Pertemuan ke-11 komisi bersama kerjasama perdagangan, ekonomi, teknisi dan budaya Iran-Tajikistan dilangsungkan di Tehran pada November 2016. Penyelenggaraan pertemuan ini sangat berarti untuk menghilangkan kendala yang ada dalam perluasan kerjasama ekonomi dua negara.