Zarif: Iran Pelopor Hubungan Bersahabat dengan Negara Asia Tengah
-
Mohammad Javad Zarif, Menlu RII.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Iran selalu menjadi pelopor dalam menciptakan hubungan bersahabat, bersaudara dan seimbang berdasarkan prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama dengan negara-negara Asia Tengah.
Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di Konferensi Internasional mengenai "Keamanan dan Pembangunan Berkelanjutan di Asia Tengah," yang digelar di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (10/11/2017).
"Strategi Republik Islam Iran didasarkan pada pengembangan dan penguatan kerja sama, upaya untuk mengejar perdamaian, stabilitas dan perdamaian di kawasan, dan konvergensi serta kerjasama dalam kerangka institusi-institusi regional dan berbagai organisasi internasional," imbuhnya.
Ia menilai keamanan dan stabilitas negara-negara tetangga sebagai keamanan dan stabilitas Iran.
"Bantuan untuk menyelesaikan konflik dan ketegangan, kerjasama bilateral di sektor keamanan untuk mengatasi ancaman bersama terorisme takfiri, ekstremisme, perdagangan narkoba dan imigrasi ilegal merupakan kontribusi terpenting Republik Islam Iran untuk memperkuat dan mengkonsolidasikan stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tengah," jelasnya.
Menurut Zarif, penanganan efektif terhadap ekstremisme dan terorisme takfiri di kawasan dan dunia memerlukan konsultasi dan interaksi luas di antara negara-negara regional.
"Studi tentang akar pembentukan gerakan-gerakan anti-Islam adalah prasyarat untuk perjuangan efektif dan menentukan untuk membasmi akar terorisme dan ekstremisme," tegasnya.
Menlu Iran menjelaskan bahwa keamanan tidak bisa dibeli dengan uang ratusan miliar dolar. Ia mengatakan, keamanan di dunia modern tidak terbatas pada dimensi militer, dan komersialisasi keamanan adalah transaksi baru yang telah dimasukkan sejumlah kekuatan global dan trans-regional ke dalam literatur politik.
Zarif menegaskan, era keamanan sepihak dan keamanan yang mengandalkan kekuatan militer sudah berakhir, dan pelajaran bahwa kekuatan-kekuatan interventif trans-regional dan negara-negara yang berusaha menciptakan ketidakamaann dan mengancam keamanan negara lain telah diambil dengan baik dari krisis Irak, Suriah, Yaman dan Afghanistan.
Konferensi Internasional Keamanan dan Pembangunan Berkelanjutan di Asia Tengah telah dimulai pada Jumat dengan partisipasi para pejabat dan tokoh negara-negara di kawasan itu. (RA)