Ayatullah Khatami: Saudi Ingin Ciptakan Kekacauan di Lebanon
-
Ayatullah Ahmed Khatami, Khatib Shalat Jumat Tehran.
Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, pengunduran diri Saad al-Hariri, Perdana Menteri Lebanon di Riyadh menunjukkan intervensi nyata Arab Saudi dalam urusan internal Lebanon.
Ayatullah Ahmed Khatami mengungkapkan hal itu dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Jumat (10/11/2017). Ia menilai Lebanon yang bergejolak, krisis dan kacau sebagai keinginan Arab Saudi.
"Rezim Arab Saudi yang memiliki peran besar dalam semua kejahatan termasuk di Irak, Suriah, Yaman dan Lebanon, saat ini melakukan intervensi jelas dalam urusan internal Lebanon dengan memanggil PM negara ini dan memaksanya untuk mengundurkan diri melalui teks yang telah ditentukan sebelumnya," imbuhnya.
Pekan lalu, al-Hariri yang berada di Riyadh, ibukota Arab Saudi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan PM Lebanon.
Ayatullah Khatami juga menilai transformasi terbaru di Arab Saudi dan penangkapan para pangeran di negara ini sebagai sebuah drama.
"Jika pernyataan dan ancaman Mohammad bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi terhadap Republik Islam Iran direalisasikan, maka ia akan memperoleh respon dan tamparan kuat dari rakyat negara ini," tegasnya.
Khatib Shalat Jumat Tehran juga menyinggung gagalnya konspirasi untuk menciptakan "Israel baru" di kawasan menyusul gagalnya upaya untuk memisahkan wilayah Kurdistan dari Irak.
"Para pejabat Kurdistan Irak tidak seharusnya mengulang kembali pengalaman pahit dan kegagalan sebelumnya, dan mereka harus bergabung dengan pemerintah dan rakyat bersatu Irak," tuturnya.
Ayatullah Khatami lebih lanjut mengapresiasi pemerintah, militer dan pasukan relawan Irak dan Suriah yang mengalahkan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di kawasan.
"Kekalahan Daesh terjadi ketika Barat terutama Amerika Serikat berusaha untuk melindungi kelompok teroris ini dan mengendalikan mereka di kawasan melalui pembentukan koalisi drama anti-Daesh," ujarnya.
Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami menilai pawai akbar Arbain Huseini as sebagai epik besar lintas agama, mazhab, etnis, kaum dan negara. Ia mengapresiasi rakyat dan pemerintah Irak yang telah menjadi tuan rumah para peziarah Arbain dan melayani mereka.
Jumat, 21 Safar 1439 Hq yang bertepatan dengan 10 November 2017 merupakan hari Arbain Imam Husein as, cucu Rasululah Saw di Irak. Setiap tahun, jutaan peziarah dari Iran dan berbagai negara dunia menghadiri Arbain di Karbala.
Tahun lalu, dua juta peziarah Iran menghadiri acara Arbain Huseini as di Karbala. Sementara tahun ini, hingga hari Selasa (7/11/2017), 2,5 juta peziarah Iran telah sampai ke Irak. (RA)