Rouhani: Prinsip Kebijakan Iran, Interaksi Konstruktif dengan Dunia
-
wawancara televisi Hassan Rouhani
Presiden Iran menekankan bahwa prinsip kebijakan luar negeri Iran adalah interaksi konstruktif dan bermartabat dengan dunia. Menurutnya, Iran selalu memperjuangkan agar masalah-masalah regional bisa diselesaikan lewat dialog bukan konfrontasi.
Hassan Rouhani, Selasa (28/11) dalam wawancara televisinya, menyinggung bantuan Iran untuk Irak dan Suriah dalam memerangi terorisme, juga kerja sama Iran, Irak dan Turki terkait penyelesaian masalah wilayah Kurdistan, Irak. Ia mengatakan, Iran berusaha menciptakan keamanan di kawasan.
Rouhani menjelaskan, Iran kecuali dengan satu atau dua negara di kawasan seperti Arab Saudi, menjalin hubungan yang sangat baik dengan negara-negara lain termasuk Rusia, Turki, Irak, Qatar, Afghanistan dan Pakistan.
Ia menambahkan, Saudi untuk menutupi kekalahannya di kawasan dan kegagalannya mengelola urusan dalam negeri, berusaha memperkenalkan Iran kepada dunia sebagai musuh.
Saudi, katanya, kalah di Qatar, Suriah, Irak dan Lebanon, dan jika Riyadh terus melanjutkan kebijakan-kebijakan kelirunya, maka masalah yang dihadapinya akan semakin besar.
Presiden Iran juga mengabarkan hubungan Tehran dengan Uni Eropa dan pemulihan hubungan dagang Iran dengan negara-negara lain.
Menurut Rouhani, Iran adalah pusat energi, jalan kereta api dan internet kawasan. Iran, ujarnya, melakukan transaksi pertukaran listrik dengan sejumlah negara tetangga.
"Tidak lama lagi jalur kereta api Iran akan bersambung dengan seluruh negara tetangga," pungkasnya. (HS)