Presiden Iran Sampaikan Tujuh Usulan untuk Merespon Keputusan AS
-
Hassan Rouhani, Presiden RII.
Presiden Republik Islam Iran menyampaian tujuh usulan kepada dunia Islam untuk merespon keputusan keliru dan tidak logis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.
"AS hanya berupaya untuk mencapai kepentingan maksimal rezim Zionis dan tidak menghormati tuntutan-tuntutan sah rakyat Palestina," kata Hassan Rouhani dalam Sidang Luar Biasa Negara-negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017).
Ia menyebut kecaman negara-negara OKI terhadap keputusan Presiden AS yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis sebagai usulan pertamanya.
"Usulan kedua adalah pentingnya persatuan dunia Islam untuk menghadapi rezim Zionis, sebab, semua persoalan dunia Islam bisa diselesaikan melalui dialog," imbuhnya.
Dan usulan ketiga, lanjut Rouhani, pemerintah AS harus menyadari fakta bahwa dunia Islam tidak acuh tak acuh terhadap nasib Palestina dan al-Quds. Ia menegaskan, menyepelekan undang-undang dan hukum internasional dan pandangan mayoritas masyarakat internasional tentang Palestina akan membawa konsekuensi politik.
"Usulan keempat adalah negara-negara Muslim secara terpadu harus menjelaskan posisi berprinsipnya dalam menentang langkah terbaru AS di setiap dialog dengan mitra-mitra Amerika terutama negara-negara Eropa dan menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan semua negara untuk melawan keputusan ini," ujarnya.
Presiden Iran menilai kembalinya isu Palestina sebagai isu pertama dunia Islam sebagai usulan kelimanya.
"Menyusul kekalahan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di Irak dan Suriah dan pentingnya kelanjutan penumpasan kelompok-kelompok teroris, maka jangan sampai lalai dengan bahaya rezim Zionis, di mana arsenal nuklir rezim ini mengancam seluruh dunia," jelasnya.
Rouhani menyebut partisipasi delegasi-delegasi perwakilan dari negara-negara Muslim di PBB dan pemantauan berkelanjutan terhadap gerakan rezim Zionis sebagai usulan keenam dan ketujuhnya.
"Saat ini, PBB terutama Dewan Keamanan dan Majelis Umum memiliki peran kunci dalam menentang keputusan terbaru AS terkait Quds," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa Iran siap bekerjasama tanpa prasyarat dengan semua negara Muslim untuk membela al-Quds.
"Musuh terbesar Yahudi bukan umat Islam dan Arab, namun proyek berbahaya Zionisme," pungkasnya. (RA)