Menhan Iran: AS Kejar Strategis Zionis Ciptakan Instabilitas Regional
-
Brigjen Amir Hatami, Menhan RII.
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat selalu menimpakan kekalahan-kekalahannya di berbagai belahan dunia terhadap pihak lain dan mengejar strategi rezim Zionis Israel untuk menciptakan instabilitas di kawasan.
Brigadir Jenderal Amir Hatami mengungkapkan hal itu dalam percakapan telepon dengan Khurram Dastgir Khan, Menhan Pakistan pada Kamis (4/1/2018).
"Situasi regional dan umat Islam sedemikian rupa sehingga memerlukan lebih banyak konsultasi di antara para pejabat kedua negara penting di kawasan dan dunia Islam ini," kata Hatami seperti dilansir Humas Kemenhan Iran.
Ia menilai peningkatan produksi narkotika, perluasan terorisme di Afghanistan, memburuknya ketidakamanan dan tewasnya puluhan orang tak berdosa setiap harinya di negara-negara seperti Afghanistan, Yaman, Irak dan Suriah sebagai hasil dari kebijakan-kebijakan setan dan bodoh AS.
Brigjen Hatami lebih lanjut menyinggung banyaknya kapasitas yang dimiliki Iran dan Pakistan di sektor pertahanan dan militer.
"Kapasitas ini harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan keamanan kedua negara," ujarnya.
Menurutnya, proses perkembangan hubungan dan kerjasama pertahanan antara Iran dan Pakistan sebagai positif.
Ia menilai kunjungan terbaru Komandan Angkatan Darat Militer Pakistan ke Tehran dan perundingan bilateral Iran-Pakistan sebagai titik balik dari proses tersebut.
Sementara itu, Menhan Pakistan dalam percakapan telepon itu menyambut perluasan hubungan dan kerjasama pertahanan dengan Iran serta kelanjutan interaksi kedua negara mengenai isu-isu regional.
"Perubahan cepat lingkungan di kawasan mengharuskan kerjasama ini diperluas lebih dari sebelumnya," kata Dastgir Khan.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump dalam cuitan twitternya pada awal tahun 2018 menuding Pakistan sebagai tempat persembunyian teroris. Tidak hanya itu, Trump juga mengancam akan memutuskan bantuan finansial bagi Pakistan.
Statemen Trump menuding Pakistan melindungi teroris yang aktif beroperasi di Afghanistan memicu reaksi keras dari rakyat, ormas, partai politik dan pemerintah negara itu. (RA)