Safavi: Keberadaan AS dan Turki di Wilayah Suriah Ilegal
-
Sayid Yahya Rahim Safavi
Asisten khusus militer Rahbar, Yahya Rahim Safavi mengatakan, kehadiran militer Amerika Serikat dan Turki di wilayah Suriah ilegal.
MNA melaporkan, Sayid Yahya Rahim Safavi Selasa (23/1) di sela-sela penutupan acara pemilihan buku terbaik pertahanan suci di Tehran menyinggung kehadiran militer Turki di wilayah Suriah. "Turki dalam sejumlah kasus berkoordinir dengan Amerika dan Ankara bergerak dalam koridor strategi Washington," papar Safavi.
Asisten dan penasehat tinggi bidang militer pemimpin besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Amerika ingin membentuk pasukan baru yang terdiri dari 30 ribu personel di utara Suriah, namun Turki menolak, tapi dari sisi lain, jika etnis Kurdi ingin menciptakan wilayah otonomi di kawasan, mereka membutuhkan perairan mideterania untuk tetap eksis. Oleh karena itu, menurut Safavi mereka menduduki Afrin dan kehadiran etnis Kurdi ini jelas melanggar kedaulatan nasional Suriah.
Safavi menekankan, masuknya Turki ke wilayah Afrin akan menciptakan kesulitan di hubungan Suriah-Turki.
Operasi militer Turki dengan sandi "Operasi Cabang Zaitun/Olive Branch Operation" di kota Afrin sejak hari Sabtu.
Departemen Luar Negeri Suriah sebelumnya mengecam serangan militer Suriah ke kota Afrin dan menyatakan, langkah Turki tersebut jelas-jelas melanggar kedaulatan nasional Suriah. (MF)