Khatib Shalat Jumat Tehran: Pawai 22 Bahkan Tunjukkan Animo Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51713-khatib_shalat_jumat_tehran_pawai_22_bahkan_tunjukkan_animo_bangsa_iran
Imam shalat Jumat Tehran, Hujjaul Islam Mohammad Hassan Abutorabifard menyatakan, pawai spektakuler bangsa Iran pada 22 Bahman (11 Februari) menunjukkan tekad dan animo rakyat Iran untuk menjaga cita-cita dan nilai-nilai Revolusi Islam.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 16, 2018 14:42 Asia/Jakarta
  • Hujjaul Islam Mohammad Hassan Abutorabifard
    Hujjaul Islam Mohammad Hassan Abutorabifard

Imam shalat Jumat Tehran, Hujjaul Islam Mohammad Hassan Abutorabifard menyatakan, pawai spektakuler bangsa Iran pada 22 Bahman (11 Februari) menunjukkan tekad dan animo rakyat Iran untuk menjaga cita-cita dan nilai-nilai Revolusi Islam.

Hujjatul Islam Abutorabifard dalam khutbah sholat Jumat (16/2/2018) di Tehran, menjelaskan bahwa bangsa Iran dengan tekad dan animo baja pada Pawai Akbar 22 Bahman menunjukkan nilai-nilai luhur Revolusi Islam kepada teman dan musuh mereka, seraya menambahkan, rahmat dan pertolongan dari Allah Swt kepada bangsa Iran merupakan salah satu pesan terpenting dari Pawai Akbar 22 Bahman.

Lebih lanjut dijelaskannya, pesan kedua dari Pawai Akbar 22 Bahman pada peringatan ulang tahun ke-39 kemenangan Revolusi Islam, pengokohan hubungan antara rakyat Iran dan cita-cita Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran dan Pemimpin Besar Revolusi Islam.

Pawai Akbar 22 Bahman

Pawai Akbar 22 Bahman tahun ini menandai usia 39 tahun Revolusi Islam, digelar pada hari Ahad (11 Februari 2018) di Tehran dan lebih dari 1.000 kota dan 4.000 desa di seluruh Iran.

Dia juga mencatat pesan keberhasilan dan kemenangan rakyat Iran berkat wawasan, pengenalan pemimpin mereka dan kepatuhan kepadanya. Menurutnya, kekuatan rakyat Iran saat ini adalah berkat persatuan dan perlawanan terhadap ancaman Revolusi Islam.

Ditegaskannya, "Bangsa Iran siap menghadapi masalah dalam jangka waktu pendek dengan kesabaran, dan melalui  keputusan jangka panjang, mereka akan bersabar dengan masalah yang dihadapi saat ini demi kekuatan di masa depan."