Amir-Abdollahian: Kekalahan Daesh Tidak Sejalan dengan Keinginan AS
-
Penasihat Ketua Parlemen RII untuk Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian
Penasihat ketua parlemen Republik Islam Iran untuk urusan internasional mengatakan, ancaman terbaru Amerika Serikat terhadap Suriah bertujuan untuk melancarkan tekanan agar berkas perundingan negara Arab itu dipindahkan dari Astana dan Sochi ke Wina dan Jenewa, di mana langkah ini untuk menjamin kepentingan-kepentingan Washington.
Hossein Amir-Abdollahian mengatakan hal itu dalam wawancara dengan wartawan IRIB pada hari Rabu (11/4/2018).
Dia lebih lanjut menyinggung tidak adanya peran AS dalam menumpas kelompok teroris Daesh (ISIS), bahkan sebaliknya, Washington dalam beberapa kasus berperan membantu kelompok teroris tersebut.
"AS dalam beberapa tempat berusaha menyelamatkan para pemimpin Daesh, namun militer Suriah yang didukung oleh Republik Islam Iran, Hizbullah dan dukungan udara Rusia berhasil mengalahkan Daesh, di mana kekalahan Daesh ini bertentangan dengan keinginan AS," ujarnya.
Amir-Abdollahian menambahkan, di bidang politik, ketika para pejabat AS melihat proses politik berlangsung di Astana dan Sochi dan tidak terjadi di Jenewa dan Wina –seperti yang diinginkan– mereka merasa harus mengambil tindakan.
Penasihat Ali Larijani itu lebih lanjut menegaskan, Suriah telah mencapai berbagai kemenangan di medan tempur dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris, oleh karena itu, tidak ada alasan bagi negara Arab ini untuk menggunakan senjata kimia guna menyerang para teroris.
Menurut Amir-Abdollahian, bukti menunjukkan bahwa masalah penyerangan senjata kimia adalah klaim-klaim yang dibuat oleh para teroris.
"AS ingin unjuk kekuatan dengan sebuah langkah dramatis dan penembakan rudal ke berbagai wilayah tertentu di Suriah, namun negara itu tentu saja tidak akan mampu untuk menanggung perang baru terhadap Suriah," pungkasnya. (RA/PH)