Menlu Iran: Ekstremisme dan Terorisme Ancam Kawasan ECO
-
Menlu RII Mohammad Javad Zarif
Menteri luar negeri Republik Islam Iran mengatakan, intervensi asing, terorisme dan ekstremisme dalam dua dekade terakhir telah menghancurkan berbagai wilayah dan ancaman bagi anggota-anggota Organisai Kerja Sama Ekonomi (ECO).
Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam dalam pidatonya di hadapan para menlu dan wamenlu 10 negara anggota ECO di Dushanbe, ibukota Tajikistan pada hari Selasa (17/4/2018).
Ia menambahkan, nasib negara-negara anggota ECO sebagai anggota sebuah wilayah adalah saling berkaitan, di mana kegagalan dan keberhasilan di satu bagian kawasan akan mempengaruhi kondisi semua anggota.
Menlu Iran lebih lanjut menyinggung semakin rumitnya kondisi di kawasan sejak dekade 1990-an.
"Meskipun kelompok teroris Daesh (ISIS) telah kalah, namun ada jaringan luas kelompok-kelompok ekstrem yang beraktivitas terutama di barat, selatan dan pusat Asia, di mana ini adalah ancaman yang lebih serius bagi kawasan ECO," ujarnya.
Zarif menjelaskan, negara-negara di kawasan memerlukan kerja sama untuk menciptakan strategi bersama guna menghentikan meluasnya ekstremisme dan pendanaan terhadap mereka.
"Dalam hal ini, Republik Islam Iran selalu siap untuk bekerja sama guna menumpas ektremisme dan terorisme," tegasnya.
Menurutnya, pemberantasan penyelundupan narkotika yang dilakukan secara bersamaan bisa menghancurkan salah satu sumber terpenting finansial bagi kelompok-kelompok teroris dan ekstrem.
"Negara-negara anggota ECO juga menghadapi sejumlah tantangan lain seperti kerusakan lingkungan hidup, perubahan iklim, kekeringan, badai debu dan polusi, di mana ini harus menjadi perhatian bersama," pungkasnya.
Menlu Iran yang memimpin sebuah delegasi tiba di Dushanbe pada hari Senin untuk bertemu dan berdialog dengan para pejabat tinggi Tajikistan. Ia juga menyampaikan pidato dalam KTT ECO ke-23.

ECO memiliki 10 negara anggota yang meliputi Iran, Pakistan, Turki, Afghanistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan. (RA)