Iran Tolak Penafsiran Baru terhadap Kesepakatan Nuklir
-
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan ketidakpercayaan kepada Amerika di Iran sudah lebih dalam.
Dalam wawancara dengan mingguan The New Yorker yang terbit Senin (23/4/2018), Zarif menolak setiap syarat dan interpretasi baru terhadap kesepakatan nuklir (JCPOA).
"Pembicaraan Eropa dengan AS untuk mendorong Washington mematuhi JCPOA adalah satu-satunya skenario yang disetujui oleh Tehran," tambahnya.
Zarif menjelaskan bahwa Presiden Donald Trump sudah 15 bulan mencoba menyabot kesepakatan dengan mengganggu bisnis normal dengan Iran, padahal penting bagi Tehran untuk menikmati keistimewaan yang disediakan oleh kesepakatan nuklir.

Menurutnya, AS tidak hanya gagal melaksanakan bagiannya dalam kesepakatan, tetapi malah menuntut lebih banyak lagi. Dengan langkah ini, Washington telah mengirim sebuah pesan yang sangat berbahaya kepada rakyat Iran dan masyarakat dunia bahwa jangan pernah percaya pada AS.
"Diplomasi tidak pernah mati, tetapi itu tidak berarti bahwa hanya ada satu jalan untuk diplomasi, dan itu adalah Amerika Serikat," tegas Zarif ketika menjawab pertanyaan 'jika JCPOA batal, apakah mungkin Iran dan AS bernegosiasi lagi?'
Mengacu pada tindakan yang mungkin diambil Tehran jika Washington keluar dari JCPOA, dia menandaskan bahwa apapun keputusan Iran, tentu sangat tidak akan menyenangkan AS. (RM)