Menlu Iran: AS Sudah Melanggar Kesepakatan Nuklir
-
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan Amerika Serikat sekarang sedang melanggar kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1.
Dalam wawancara dengan The National Interest, Senin (23/4/2018), Zarif ditanya tentang apa yang terjadi jika Trump benar-benar mengumumkan keluar dari kesepakatan nuklir?
"AS di bawah Presiden Trump, benar-benar bukan bagian dari JCPOA dan telah melanggar hampir setiap komitmen Amerika di bawah kesepakatan nuklir," ujar menlu Iran.
Dia menambahkan bahwa jika AS secara resmi menarik diri dari JCPOA, implikasinya akan segera membebaskan Iran dari kewajiban untuk tetap berada di bawah JCPOA.
Lalu, bagaimana bentuk pelanggaran JCPOA yang dilakukan oleh pemerintahan Trump?
Zarif menjelaskan setiap pernyataan yang dibuat Presiden Trump sejak duduk di Gedung Putih, mulai dari upaya untuk merusak ketentuan JCPOA, berbicara dengan para pemimpin asing dan bisnis asing untuk menghalangi mereka dari investasi di Iran, sampai tindakan lain untuk mencegah perdagangan normal dengan Iran dan pihak lain, merupakan bentuk pelanggaran kesepakatan nuklir.
"Ada butir tertentu dalam JCPOA, di mana Trump begitu menjadi presiden AS dan kepala eksekutif negara itu, dilarang untuk mengeluarkan statemen yang menyerang JCPOA," ujarnya.
Apakah Anda melihat Presiden Trump sebagai musuh yang licik, orang bodoh yang kikuk, atau seseorang yang hanya tidak tahu hubungan internasional?
Zarif menerangkan, "Saya tidak mempersonalisasi masalah ini. Saya percaya bahwa kebijakan AS di bawah pemerintahan ini, pada akhirnya tidak melayani kepentingan perdamaian dan keamanan internasional, dan juga tidak melayani kepentingan AS, karena mereka menampilkan dirinya sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan dalam negosiasi apa pun." (RM)