Ada Pengkhianat dalam Pemindahaan Kedubes AS ke Quds
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56308-ada_pengkhianat_dalam_pemindahaan_kedubes_as_ke_quds
Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati mengatakan Iran akan mengambil aksi balasan jika AS keluar dari kesepakatan nuklir.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 06, 2018 22:24 Asia/Jakarta
  • Ali Akbar Velayati.
    Ali Akbar Velayati.

Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati mengatakan Iran akan mengambil aksi balasan jika AS keluar dari kesepakatan nuklir.

Dia menyampaikan hal itu kepada wartawan di arena Tehran International Book Fair 2018 pada hari Ahad (6/5/2018) seperti dikutip IRNA.

"Iran memiliki semua opsi di atas meja sehubungan dengan keputusan tentang isu nuklir. Kami pasti akan membalas dan Amerika akan menyesal," tegas Velayati.

Berbicara tentang masalah Palestina, dia menuturkan bahwa sayangnya, pada awal abad ke-20, beberapa pengkhianat di Timur Tengah menyertai rezim Zionis dalam menduduki Palestina.

"Hari ini, beberapa penguasa reaksioner di kawasan terutama rezim Arab Saudi, bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk pemindahan misi diplomatik negara itu dari Tel Aviv ke kota Quds," ungkapnya.

Menurut Velayati, pemindahaan kedutaan AS ke Quds adalah untuk menyempurnakan pendudukan kiblat pertama kaum Muslim dan aset milik dunia Islam.

"Rezim Zionis pasti akan lenyap, dan keruntuhan mereka tidak akan tertunda dengan melakukan intervensi di Suriah dan negara-negara lain," tegasnya. (RM)