Zarif: Jika Trump Ambil Keputusan Keliru, Iran akan Respon Tepat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56348-zarif_jika_trump_ambil_keputusan_keliru_iran_akan_respon_tepat
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, jika Amerika Serikat mengambil keputusan keliru terkait dengan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), maka Iran akan meresponnya dengan tepat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 07, 2018 12:22 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif
    Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, jika Amerika Serikat mengambil keputusan keliru terkait dengan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), maka Iran akan meresponnya dengan tepat.

"Prediksi-prediksi yang diperlukan agar keputusan AS mengenai JCPOA tidak berpengaruh pada kehidupan masyarakat telah diambil," kata Zarif seperti dilansir IRNA, Senin (7/5/2018) ketika menegaskan bahwa Iran akan mengambil keputusan dalam JCPOA berdasarkan kepentingan-kepentingannya.

 

Dia menambahkan, kepentingan-kepentingan Iran harus terjamin dalam JCPOA, dan jika AS ingin memberlakukan tekanan ekonomi dengan berbagai cara, maka Tehran akan meresponnya dengan tepat.

 

Menlu Iran menilai keluar dari JCPOA sebagai salah satu opsi negaranya untuk menanggapi kemungkinan keputusan AS.

 

"Republik Islam Iran hingga sekarang telah mematuhi kewajibannya dalam JCPOA, namun AS tidak komitmen dengan perjanjian ini, di mana ini menunjukkan bahwa Amerika tidak bisa dipercaya," jelasnya.

 

Kesepakatan nuklir Iran dan kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Inggris, Perancis, AS ditambah Jerman) yang dikenal dengan JCPOA telah dilaksanakan sejak Januari 2016, namun pemerintah AS sebagai salah satu anggota kelompok tersebut selalu tidak komitmen dalam melaksanakan perjanjian internasional tersebut.

 

Berdasarkan undang-undang Kongres Amerika, Presiden AS Donald Trump memiliki kesempatan hingga 12 Mei untuk mengambil keputusan tentang kelanjutan penangguhan sanksi nuklir terhadap Iran. (RA)