Rouhani: Iran Akan Tetap di JCPOA Jika Ada Jaminan
-
Presiden Iran dan Sri Lanka
Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan, Iran akan tetap berada dalam kesepakatan nuklir tahun 2015 jika pihak lain dalam perjanjian tersebut menjamin kepentingan Republik Islam, pasca keluarnya AS dari Rencana Aksi Bersama Komprehensifr (JCPOA).
"Jika sisa lima negara yang telah menemani kita dalam perjanjian ini memenuhi komitmen mereka dan menjamin bahwa kepentingan Iran akan terpenuhi, maka perjanjian akan tetap terjaga terlepas dari kehendak Amerika dan rezim Zionis," katanya, pada Ahad (13/5/2018).
Presiden AS Donald Trump pada Selasa lalu mengumumkan keluarnya Washington dari JCPOA.
Hal itu dikatakan Rouhani dalam pertemuan dengan Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, di Tehran dan menilai keluarnya AS merupakan "pelanggaran terhadap moral, politik dan jalur diplomatik yang tepat serta ketentuan internasional."
"Asas kebijakan luar negeri dibangun di atas moralitas, kepercayaan dan perhatian pada ketentuan internasional, dan kami sangat senang bahwa Iran telah mematuhi kewajibannya di bawah perjanjian yang telah ditandatangani," kata Rouhani.
Di bagian lain pernyataannya, Rouhani mengatakan, Iran dan Sri Lanka memiliki perspektif "sangat dekat" mengenai isu-isu regional dan internasional.
Menurutnya, hubungan antara kedua negara "kembali selama berabad-abad silam" dan pemerintah kedua negara menjalin "hubungan yang sangat baik" selama puluhan tahun.