Zarif: Sidang Wina Menekankan Kepentingan Iran
-
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran pasca berakhirnya sidang komisi bersama menteri-menteri luar negeri anggota JCPOA yang masih tersisa di Wina mengatakan, kepentingan negara Iran harus diberikan berdasarkan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan anggota yang tersisa dari kesepakatan JCPOA menekankan masalah ini.
"Pertemuan itu sangat serius dan konstruktif dan selama dua bulan terakhir setelah penarikan diri ilegal Amerika Serikat dari JCPOA telah dilakukan upaya besar untuk mengamankan kepentingan ekonomi Iran dalam kerangka JCPOA," ungkap Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran hari Jumat (06/7) kepada para wartawan.
Menlu Iran menjelaskan, Iran telah menunda tindakannya terhadap pelanggaran besar Amerika Serikat atas permintaan anggota lain sehingga memastikan kepentingan Iran dijamin.
"Pihak-pihak lainnya di JCPOA telah fokus pada isu-isu seperti kelanjutan penjualan minyak, hubungan perbankan, transportasi dan kerjasama bisnis dan investasi dalam pernyataan akhir komisi bersama JCPOA yang dibacakan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini," ujar Zarif.
Menlu Iran juga menyinggung ucapan Presiden Republik Islam Iran terkait paket usulan Eropa kepada Iran untuk tetap di JCPOA.
"Hingga saat ini, masalah keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA belum diselesaikan dan masalah ini tetap ada. Oleh karenanya, hak Iran tetap ada untuk menerapkan tindakan lebih lanjut didasarkan pada kepentingannya sendiri," ungkap Zarif.
Menlu Zarif menambahkan, untuk pertama kalinya ada kemauan politik dari seluruh anggota JCPOA di tingkat menteri luar negeri untuk menentang tindakan Amerika Serikat yang harus diimplementasikan.
Sidang pertama komisi bersama JCPOA di tingkat menteri-menteri luar negeri pasca keluarnya AS dari kesepakatan internasional diselenggarakan di Wina dengan dihadiri menteri luar negeri Iran dan kelompok 4 + 1 (Jerman, Perancis, Inggris, Cina dan Rusia) serta Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.
Pasca sidang tersebut, Federica Mogherini kepada para wartawan mengatakan, kedua pihak menyepakati untuk melanjutkan perundingan dan semua pihak mencari solusi untuk menyelamatkan JCPOA.