Rouhani: Perlawanan, Jawaban Terkuat untuk AS
-
Presiden Iran Hassan Rouhani.
Presiden Iran Hassan Rouhani pada rapat kabinet hari Rabu (25/7/2018) mengatakan, ancaman kosong dan tak berdasar yang dibuat oleh beberapa pejabat AS tidak layak dijawab.
"Perlawanan rakyat, persatuan, dan upaya untuk menggagalkan konspirasi Amerika adalah jawaban terkuat terhadap omong kosong para pejabat Washington," ujarnya.
"Kami telah memulai langkah hukum dan internasional kami, termasuk mengadukan AS ke Mahkamah Internasional. Sanksi AS bertentangan dengan komitmen sebelumnya dan resolusi PBB. Kami berhak mengajukan gugatan di pengadilan internasional," tegas Rouhani.
Presiden Iran menerangkan keberhasilan pertama tercapai; Mahkamah Internasional telah memberitahu AS bahwa mereka harus menghindari tindakan baru apapun dan tidak mengubah kondisi saat ini.
Dia juga mengatakan komunitas global mengecam dan mengekspresikan ketidakpuasan tentang tindakan AS.
Kemarin, Mahkamah Internasional dalam sebuah surat resmi kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, memperingatkan Washington untuk tidak mengambil tindakan apapun terkait pengembalian sanksi sepihak, selama pihaknya mempelajari aduan Iran terhadap AS.
Iran telah mengajukan gugatan melawan AS, yang menarik diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir dan ingin mengembalikan sanksi.
Direktur Perencanaan Kebijakan di Departemen Luar Negeri AS, Brian Hook pada 2 Juli lalu mengatakan, bagian penting dari strategi kami terhadap Iran adalah kampanye tekanan ekonomi dan diplomatik secara maksimum.
"Tahap pertama sanksi AS akan dimulai pada 4 Agustus. Sanksi ini menargetkan sektor otomotif Iran, perdagangan emas, dan logam-logam penting lainnya. Sanksi lain akan berlaku pada 6 November dan mencakup sektor energi Iran dan transaksi terkait minyak bumi serta transaksi dengan Bank Sentral Iran," ungkapnya. (RM)