Menlu Iran Minta AS Jalani Terapi Kecanduan Sanksi
-
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, situasi saat ini telah menghadirkan banyak peluang bagi Iran, dan hari ini AS menyaksikan dirinya terisolasi dan mengandalkan tekanan politik maksimum demi memajukan tujuannya.
Dia menyampaikan hal itu dalam seminar bersama para duta besar dan perwakilan diplomatik Iran di luar negeri dengan sektor swasta di Tehran, Ahad (29/7/2018).
"Selama ini negara lain berpartisipasi dalam sanksi AS terhadap Iran. Namun, sekarang sanksi AS telah kehilangan legitimasinya, karena para pejabat Washington ingin memaksa orang lain untuk bertindak bertentangan dengan mandat Dewan Keamanan PBB," ungkap Zarif.
Menurutnya, para pejabat Amerika telah kecanduan sanksi dan tidak hanya menjatuhkan sanksi atas Iran.
"Sekarang sudah waktunya bagi Eropa untuk memilih salah satu antara memenuhi kepentingan AS dan pribadi Donald Trump atau mengamankan kepentingannya," imbuh Zarif.
Dia menambahkan dunia telah sampai pada kesimpulan bahwa AS harus menghilangkan kecanduannya pada sanksi.
"Iran dapat mengubah tekanan untuk memacu produksi nasional dan meningkatkan ekspor non-minyak serta menunjukkan kepada Amerika bahwa mereka harus meninggalkan kecanduannya pada sanksi," tegasnya.
Zarif juga mengkritik beberapa negara Timur Tengah yang mengandalkan AS untuk keamanan dan legitimasinya.
Amerika di masa lalu, lanjutnya, mengklaim sebagai pemimpin dunia, tetapi Amerika sekarang berdiri melawan sistem ekonomi liberal dunia, yang telah dibangun oleh mereka sendiri selama bertahun-tahun. (RM)