Zarif: Klaim Netanyahu tak Berdasar dan Bohong
https://parstoday.ir/id/news/iran-i62438-zarif_klaim_netanyahu_tak_berdasar_dan_bohong
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Sabtu (29/9) saat diwawancarai CBS menyebut klaim PM Israel Benjamin Netanyahu terkait sebuah arsenal nuklir rahasia di dekat Tehran tak berdasar. "Netanyahu sejak tahun 1992 hingga kini senantiasa menebar tudingan palsu terhadap Iran," paparnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 30, 2018 08:20 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
    Menlu Iran Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Sabtu (29/9) saat diwawancarai CBS menyebut klaim PM Israel Benjamin Netanyahu terkait sebuah arsenal nuklir rahasia di dekat Tehran tak berdasar. "Netanyahu sejak tahun 1992 hingga kini senantiasa menebar tudingan palsu terhadap Iran," paparnya.

MNA melaporkan, Mohammad Javad Zarif seraya menjelaskan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sampai saat ini berulang kali membenarkan status damai aktivitas nuklir Iran mengingatkan, klaim sebelumnya Netanyahu telah diselidiki IAEA dan kemudian ditolak.

 

Menlu Iran menjelaskan, perdana menteri Israel senantiasa melakukan kekeliruan.

 

Netanyahu hari Kamis dalam sebuah propaganda baru anti Iran menunjukkan sejumlah foto di Sidang Majelis Umum PBB dan mengklaim ada sebuah arsenal nuklir rahasia di dekat kota Tehran.

 

PM Israel tanpa mengisyaratkan penimbunan ratusan hulu ledak nuklir di arenal rezim ilegal ini mengklaim, Iran di arsenal tersebut tengah melakukan program rahasia senjata nuklirnya.

PM Israel Benjamin Netanyahu

 

Seraya menjelaskan bahwa Israel telah menyerahkan informasi arsenal rahasia yang diklaim tersebut kepada IAEA, mengkritik ketidakpedulian lembaga ini atas klaim Tel Aviv.

 

Netanyahu pada Senin (30 April) lalu dalam sebuah program televisi mengklaim bahwa Iran memiliki program rahasia untuk memproduksi senjata nuklir.

 

Netanyahu enam tahun silam di PBB seraya menunjukkan sebuah gambar mengklaim Iran tengah mencapai garis merah pembuatan senjata nuklir.

 

Di sisi lain IAEA sampai kini dalam 12 laporannya membenarkan status damai aktivitas nuklir Iran. (MF)