Kunjungan Gubernur Bank Sentral Iran ke AS
Gubernur Bank Sentral Iran, Valiollah Seif mengatakan mitra dagang Iran telah kembali setelah penerapan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Seif telah bertemu dengan Menteri Keuangan AS Jack Lew, di sela-sela Konferensi Musim Semi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington. Demikian dikutip IRNA, Jumat (15/4/2016).
Pada kesempatan itu, Seif memaparkan program pemerintah Iran untuk pembangunan ekonomi. "Meningkatnya status Iran pada tingkat internasional telah mendorong kerjasama dengan mitra dagang asing di era pasca sanksi," tambahnya.
Dia menegaskan pertumbuhan ekonomi Iran diharapkan mencapai sekitar 5 persen pada tahun 2016-2017 menyusul penghapusan sanksi ekonomi, selain itu dengan mengadopsi Kebijakan Moneter Kontraktif oleh Bank Sentral Iran dan meningkatkan kredibilitas bank, maka angka inflasi diprediksi akan menjadi satu digit pada akhir tahun 2016 sampai awal 2017.
"Tujuan Republik Islam Iran adalah memanfaatkan secara penuh kapasitas perdagangan, investasi dan kapasitas finansial Iran yang mencapai 1,4 triliun dolar," ujar Seif.
Seif lebih lanjut menandaskan bahwa Bank Sentral Iran telah mencapai kemajuan dalam pemulihan stabilitas ekonomi makro, peningkatan manajemen anggaran dan penguatan sistem perbankan. Bank juga telah berhasil dalam meningkatkan reformasi infrastruktur untuk menambah kesempatan kerja dan mengurangi ketergantungan negara pada pendapatan minyak.
Ia juga mengatakan, Iran mendukung seruan IMF untuk upaya kolektif dengan tujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi dunia, memperkuat stabilitas finansial dan menciptakan mekanisme yang tepat untuk mencegah krisis serta menjamin keamanan finansial.
"Iran akan berkomitmen dalam kerangka pelaksanaan kebijakan ekonomi makro, kebijakan fiskal dan kebijakan struktural untuk menghasilkan sumber-sumber baru pertumbuhan nasional. Cara ini akan membantu pertumbuhan lebih lanjut ekonomi global," tegas Seif. (RM)