Para Musafir Arbain Imam Husein as (1)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63320-para_musafir_arbain_imam_husein_as_(1)
Menziarahi tempat-tempat suci merupakan sebuah ritual ibadah yang kembali ke masa nabi pertama yaitu Nabi Adam as. Dinukil dari riwayat bahwa ia sudah 70 kali mengunjungi Baitullah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 22, 2018 11:04 Asia/Jakarta
  • Para musafir Arabain.
    Para musafir Arabain.

Menziarahi tempat-tempat suci merupakan sebuah ritual ibadah yang kembali ke masa nabi pertama yaitu Nabi Adam as. Dinukil dari riwayat bahwa ia sudah 70 kali mengunjungi Baitullah.

Jika ibadah dibarengi dengan kesulitan dan kepayahan – terlepas dari pahala yang besar – ia akan memberi kelezatan yang luar biasa dan semua kesulitan ini dengan sendirinya akan terasa mudah. Kecintaan kepada Allah Swt, Rasul Saw dan Ahlul Baitnya akan meringankan langkah kaki manusia di jalan ini dan mengantarkan mereka pada kelezatan spiritual.

Menziarahi makam Imam Husein as, cucu baginda Rasulullah Saw di Karbala memiliki keutamaan yang tinggi. Para imam maksum berkata, "Kami semua adalah bahtera keselamatan, tetapi bahtera Husein bergerak lebih cepat."

Kegiatan menziarahi makam para imam maksum as merupakan bukti nyata dari kecintaan seseorang kepada Ahlul Bait. Kegiatan ini akan menumbuhkan ketaatan kepada mereka dan memperbaiki janji setia dengan para manusia suci tersebut. Ziarah hari Arbain Imam Husein as juga termasuk salah satu dari kesempatan yang langka ini.

Dalam beberapa tahun terakhir dan menyusul perbaikan situasi keamanan di Irak, kegiatan ziarah Arbain disambut penuh antusias oleh para pecinta Ahlul Bait di seluruh penjuru dunia. Jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Karbala untuk memperingati Arbain, hari ke-40 setelah kesyahidan Imam Husein as.

Di Iran sendiri, hampir setiap orang berbicara tentang ziarah dan Arbain pada hari-hari ini. Mereka sedang merencanakan perjalanannya ke Karbala. Mereka berbicara tentang validitas paspor dan syarat-syarat untuk memperoleh visa Irak.

Bagi yang ingin melakukan ziarah ke makam Imam Husein as di Karbala, orang-orang harus melakukan perjalanan ke Irak.

Secara historis, Irak dikenal sebagai Mesopotamia yang berarti tanah di antara dua sungai dan merupakan salah satu tempat tinggal tertua umat manusia dan peradaban manusia. Sejarah Mesopotamia kembali ke ribuan tahun sebelum Masehi.

Irak terletak di Timur Tengah dan Barat Daya Asia, dan ibukotanya adalah Baghdad. Wilayah selatan negara ini berbatasan dengan Arab Saudi dan Kuwait, dari barat dengan Yordania dan Suriah, dari timur dengan Iran, dan dari utara dengan Turki. Menurut sejarawan, nama Irak diambil dari telak geografisnya yang berada di antara dua sungai.

Untuk memasuki Irak dari Iran selama musim ziarah Arbain, tiga terminal perbatasan telah disiapkan yaitu: perbatasan Mehran, Shalamcheh, dan Chazabeh. Kota perbatasan Mehran berada di ujung bagian barat Provinsi Ilam, dan jaraknya ke Ilam sekitar 85 kilometer.

Para peziarah yang datang dari Mehran ke Irak, mereka akan diarahkan menuju kota Najaf setelah melewati distrik Zurbatiyah, Kut, An Numaniyah, Al Diwaniyah, dan Al Shamiya. Panjang rute ini dari pos pemeriksaan perbatasan Zurbatiyah ke gerbang kota Najaf sekitar 302 kilometer.

Para peziarah memilih berjalan kaki secara berkelompok dari perbatasan Mehran. Di sepanjang jalan, posko-posko makanan shalawat dan semua kebutuhan lain termasuk tempat istirahat disediakan oleh para dermawan secara gratis. Suasana kota Mehran sendiri larut dalam duka dan jalan-jalan dipenuhi oleh kafilah yang melantunkan pujian dan membacakan narasi duka Imam Husein as.

Mehran Border Crossing.

Kecintaan telah menyeret manusia dari berbagai penjuru dunia untuk mendatangi Karbala. Imam Husein adalah cucu kedua Rasulullah Saw dan pengibar panji hak melawan kebatilan.

Imam Husein menghidupkan kembali Islam dengan mengorbankan jiwa, harta, dan keluarganya. Ia membawa umat manusia ke ufuk yang cerah dan damai. Sekarang jutaan orang dengan penuh antusias melangkahkan kaki mereka di jalannya, mereka menghargai pengorbanannya, dan mencari kesempurnaan dan sifat-sifat mulianya.

Imam Jakfar Shadiq as berkata, "… Wahai Tuhan yang telah membimbing hati orang-orang kepada kami, ampunilah aku, saudara-saudaraku, dan para peziarah makam Aba Abdillah (Imam Husein as). Mereka adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Imam Husein dan menggerakkan badannya untuk menziarahi makam Aba Abdillah dengan niat untuk berbuat baik kepada kami Ahlul Bait. Mereka mengharapkan pahala khusus yang akan Engkau berikan karena keterikatan mereka dengan kami Ahlul Bait dan kegembiraan yang mereka hadirkan di hati Rasulullah dengan ziarah ini…. Mereka mencari ridha-Mu dengan ziarah ini."

Perjalanan Arbain secara luas diakui sebagai pertemuan damai tahunan terbesar di dunia, di mana orang-orang berkerumun bersama dan berjalan menuju makam suci Imam Husein as di Karbala.

Putra Sayidah Fatimah Zahra dan Imam Ali as ini telah meninggalkan warisan abadi yang terus mengilhami umat manusia. Ini bukan perjalanan biasa dan bukan orang-orang biasa yang memperoleh kesempatan untuk ikut dalam safar spiritual ini. Mereka yang mengambil bagian dalam perjalanan ini disebut Zair Imam Husein (pengunjung Imam Husein as). (RM)