Budaya Syahadah Huseini: Kunci Ketangguhan Iran di Hadapan Musuh
https://parstoday.ir/id/news/world-i188416-budaya_syahadah_huseini_kunci_ketangguhan_iran_di_hadapan_musuh
Pars Today - Media resmi Kementerian Pertahanan Rusia menyebut “budaya syahadah” yang diwarisi dari kebangkitan Imam Husein as sebagai faktor utama ketangguhan Iran dan ketahanannya yang berkelanjutan terhadap ancaman Amerika Serikat dan rezim Zionis.
(last modified 2026-04-06T00:48:47+00:00 )
Apr 06, 2026 07:47 Asia/Jakarta
  • Prosesi pemakaman Syahid Sayid Abdulrahim Mousavi
    Prosesi pemakaman Syahid Sayid Abdulrahim Mousavi

Pars Today - Media resmi Kementerian Pertahanan Rusia menyebut “budaya syahadah” yang diwarisi dari kebangkitan Imam Husein as sebagai faktor utama ketangguhan Iran dan ketahanannya yang berkelanjutan terhadap ancaman Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Mehr, jaringan Zvezda milik Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Rusia menulis bahwa yang membuat Iran bertahan selama lebih dari sebulan melawan agresor Amerika dan Zionis adalah “budaya syahadah” di kalangan rakyat Iran.

Media Rusia itu menekankan bahwa kunci ketangguhan Tehran tidak dapat ditemukan dalam amunisi, peralatan militer, atau dolar, melainkan “tradisi syahadah yang telah mengakar dan bersejarah” di Iran memainkan peran yang menentukan.

Menggali Akar Sejarah Perlawanan Iran

Media Rusia ini dalam analisisnya merujuk pada peristiwa tahun 680 Masehi dan menulis, “Imam Husein as, cucu Nabi Muhammad SAW, dengan kesadaran akan syahadahnya, menolak menyerah kepada Yazid, khalifah yang zalim. Hanya 72 pengikutnya yang berdiri melawan pasukan Yazid yang berjumlah ribuan, dan semuanya mencapai syahadah.”

Berkabung: Ritual untuk Perlawanan

Zvezda kemudian menegaskan bahwa rakyat Iran tidak menganggap peristiwa ini sebagai kekalahan, melainkan sebagai “kemenangan yang terwujud dalam bentuk syahadah”.

Menurut jaringan ini, jutaan Syiah setiap tahunnya berkabung untuk Imam Husein as, tetapi “ini bukan sekadar berkabung biasa, melainkan sebuah ritual perlawanan yang unik”.

Pandangan yang mengakar ini, menurut para analis Rusia, membentuk tulang punggung semangat pertahanan Iran.(sl)