Para Musafir Arbain Imam Husein as (6-habis)
-
Para peserta pawai akbar peringatan Arbain.
Lebih dari 1,6 juta warga Iran sudah tiba di Irak dari tiga terminal perbatasan untuk berpartisipasi dalam peringatan hari Arbain di Karbala. Diperkirakan hampir 200.000 peziarah lainnya akan memasuki Irak dalam 48 jam ke depan dari pos perbatasan Mehran.
Sekitar 2.000 peziarah dari berbagai negara juga melintasi perbatasan Shalamcheh, Iran untuk mengambil bagian dalam peringatan Arbain. Sebanyak 14 pos pemeriksaan disediakan untuk warga asing demi memperlancar perjalanan mereka dan juga memastikan keamanan peziarah.
Jumlah peziarah asing yang memilih berangkat dari wilayah Iran naik 40 persen dibandingkan tahun lalu. Kebanyakan peziarah asing berasal dari India, Afghanistan, Pakistan, Azerbaijan, Rusia, dan Turki.
Pawai akbar menuju Karbala kembali dimulai pada tahun 2003 dan setelah tumbangnya rezim Saddam di Irak. Sebanyak 3 juta orang mengambil bagian pada tahun pertama acara.
Pada tahun-tahun berikutnya, jumlah peziarah dan pejalan kaki semakin meningkat dan diperkirakan lebih dari 10 juta orang turut meramaikan peringatan Arbain. Pada tahun 2013, sebagian melaporkan bahwa 15 juta peziarah berpartisipasi pada ritual Arbain ini.
Arbain adalah hari berkabung di mana kaum Muslim, terutama kelompok Syiah memperingati hari ke-40 setelah kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw. Setiap tahun, jutaan Muslim Syiah pergi ke makam Imam Husein di Karbala dengan berjalan kaki untuk mengikuti peringatan Arbain.
Arbain adalah kelanjutan dari peristiwa Karbala dan pada hari Arbain, para pecinta Imam Husein as memperbaiki janji setia mereka dengan cara mendatangi makam suci beliau di Karbala.
Imam Hasan Askari as dalam sebuah hadis menyebutkan ada lima tanda-tanda orang beriman (mukmin) yaitu: shalat 51 rakaat (wajib dan sunnah), ziarah Arbain, mengenakan cincin di tangan kanan, meletakkan dahi di atas tanah, dan mengeraskan bacaan bismillah dalam shalat.
Lalu mengapa ziarah Arbain dianggap begitu penting? Arbain adalah menandai titik balik penting dalam kebangkitan Karbala. Pada hari ini, kafilah Ahlul Bait kembali ke tanah Karbala untuk melakukan ziarah kepada Imam Husein as dan para sahabatnya, yang telah mengorbankan jiwa mereka demi menjaga agama Allah Swt.
Ziarah berarti mengunjungi dan mendatangi sebuah tempat. Tentu saja manifestasi fisik dari ziarah adalah hadir di Karbala untuk mengunjungi Imam Husein. Namun, sebuah hadis juga menyebutkan bahwa melakukan ziarah dari jauh akan memiliki arti yang sama seperti berada di Karbala selama peziarah benar-benar memahami kedudukan Imam Husein as dan bertekad untuk meneladaninya.
Peringatan Arbain menjadi ajang para pecinta Ahlul Bait Nabi as untuk memperbarui baiatnya kepada mereka. Meski peristiwa Karbala sudah berlalu, peringatan Arbain adalah manifestasi dari kecintaan para pecinta keluarga Rasulullah Saw.
Lalu mengapa kita berkabung sampai 40 hari? Rasulullah Saw bersabda, "Bumi berduka atas kematian seorang mukmin selama 40 pagi." Melakukan sebuah amalan dalam jangka waktu 40 hari secara kontinyu juga diketahui dapat membantu seseorang untuk membentuk sebuah kebiasaan, dan mempertahankannya sampai akhir hayatnya.
Arbain dalam al-Quran juga diartikan sebagai bentuk pencapaian kesempurnaan. Allah Swt menilai usia 40 tahun sebagai puncak kesempurnaan seorang manusia dan kedewasaan berpikir. Pada ayat 142 surat al-A'raf, Allah berfirman, "Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam…"
Saat ini, para peziarah bergegas melangkah untuk mencapai Karbala tepat pada hari Arbain (30 Oktober 2018). Mereka datang dengan membawa rasa rindu, cinta, dan harapan. Kecintaan kepada Imam Husein as telah menarik jutaan orang untuk menziarahinya dan kembali ke negara mereka dengan membawa semangat baru.
Para peziarah biasanya akan menyampaikan salam ketika menyaksikan makam Imam Husein as. Mereka berkata, "Salam atasmu duhai Aba Abdillah, salam atasmu duhai putra Rasulullah, salam atasmu duhai putra amirul mukminin, putra penghulu para washi, salam atasmu duhai putra Fatimah penghulu wanita sedunia. Salam atasmu ya Tsarallah wabna Tsarih wal-Mitral Mawtur. Salam atasmu dan semua arwah yang bergabung di halaman kediamanmu. Sepanjang hidupku, siang dan malam, aku akan mendoakanmu semua semoga Allah melimpahkan kedaimaian-Nya kepadamu semua."
Asyura hanya berlangsung satu hari, tetapi pengaruhnya akan terasa selamanya dan mempengaruhi hati-hati yang bersih dari insan di seluruh dunia. Kebangkitan Imam Husein as dari tahun 61 Hijriyah sampai sekarang terus menyirami para pencari makrifat, kebenaran, dan keadilan, serta mengilhami banyak kebangkitan anti-kezaliman di dunia.
Pada peringatan Arbain, ada sejumlah ziarah yang dianjurkan untuk dibaca. Salah satunya dikenal dengan “Ziarah Arbain” dari ajaran langsung Imam Jakfar Shadiq as yang dibacakan kepada para murid beliau. Isi ziarah ini penuh dengan ajaran luhur Islam.
Ziarah Arbain yang dinukil dari Imam Shadiq ini mencakup muatan irfan, ibadah, pengorbanan, syahadah, keridhaan, dan kerja keras. Ziarah Arbain ini memiliki nilai sangat tinggi di mana para pembacanya mengungkapkan ikrarnya untuk bersama para syuhada Karbala dan menjadi penerus Husein dalam kondisi apa pun.
Ziarah Arbain merupakan doa ziarah khusus yang dibaca pada hari Arbain Imam Husein as. Ziarah ini diriwayatkan oleh Syeikh Thusi dari Shafwan dalam dua buku al-Tahdzib dan Misbah. Shafwan berkata, “Junjunganku Imam Shadiq berpesan tentang ziarah Arbain kepadaku, ‘Tatkala hari sudah menjelang siang maka bacalah ziarah ini."
"Salam sejahtera pada wali Allah dan kekasih-Nya, salam sejahtera untuk kecintaan Allah dan pilihan-Nya. Salam sejahtera untuk pilihan Allah dan putra pilihan-Nya, salam sejahtera pada Imam Husein yang teraniaya dan syahid. Salam sejahtera untuk yang tertawan dalam lautan penderitaan dan mati bersimbahkan air mata. Ya Allah, aku bersaksi bahwa dia adalah wali-Mu putra dari wali-Mu, pilihan-Mu dan putra dari pilihan-Mu, yang sukses meraih kemuliaan-Mu…" (RM)