Khoshroo: Masyarakat Internasional harus Lawan Unilateralisme AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63985-khoshroo_masyarakat_internasional_harus_lawan_unilateralisme_as
Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gholamali Khoshroo hari Jumat (9/11) menyebut kebijakan unilateralisme dan langkah ilegal AS bertentangan dengan supremasi hukum, prinsip kedaulatan piagam PBB serta multilateralisme. Ia juga menekankan, masyarakat internasional harus melawan unilateralisme Amerika Serikat.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Nov 10, 2018 08:57 Asia/Jakarta
  • Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gholamali Khoshroo
    Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gholamali Khoshroo

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gholamali Khoshroo hari Jumat (9/11) menyebut kebijakan unilateralisme dan langkah ilegal AS bertentangan dengan supremasi hukum, prinsip kedaulatan piagam PBB serta multilateralisme. Ia juga menekankan, masyarakat internasional harus melawan unilateralisme Amerika Serikat.

Khoshroo di sidang Dewan Keamanan PBB dengan tema "Perdamaian dan Keamanan Internasional" seraya menjelaskan bahwa pendekatan egois dan langkah sepihak AS mengancam prinsip kerja sama internasional dan multilateralisme menjelaskan, hasil dari pendekatan AS adalah keluarnya Washington dari Dewan HAM, UNISCO, Perjanjian Iklim Paris dan JCPOA.

 

Wakil tetap Iran di PBB menyebtu keluarnya AS dari JCPOA dan pemulihan sanksi sepihak Washington melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan dan mengingatkan, untuk pertama kalinya di sejarah PBB, Amerika sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan dan pemilik hak veto menjatuhkan hukuman kepada negara lain bukan karena pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan tapi karena negara tersebut menolak mengikuti Gedung Putih.

 

"Ini ancaman serius bagi Piagam PBB dan hubungan internasional yang  membutuhkan jawaban capat dan serius internasional," papar Khoshroo.

 

Khoshroo juga mengisyaratkan penolakan AS melaksanakan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) dan menuntut masyarakat internasional mengecam serta menolak sanksi AS, bukan hanya sekedar ucapan, namun juga dalam praktek.

 

"Berdasarkan 12 laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran telah menjalankan seluruh kewajibannya dan di masa mendatang juga akan melanjutkan komitmennya berdasarkan keuntungan yang bakal diterima," ungkap Khoshroo.

 

Di sidang Dewan Keamanan, mayoritas negara mendukung urgensitas dukungan terhadap pengokohan multilateralisme dan secara transparan atau tersirat, mereka mengkritik unilateralisme dan kebijakan Amerika terhadap JCPOA. (MF)