Iran Bantah Keras: Tak Ada Serangan ke UAE dari Wilayah Kami
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189500-iran_bantah_keras_tak_ada_serangan_ke_uae_dari_wilayah_kami
Pars Today - Juru bicara Komando Markas Besar Khatam Al-Anbiya menegaskan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak melaksanakan operasi rudal maupun drone terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir. Ia menambahkan, seandainya ada tindakan semacam itu, Iran akan mengumumkannya dengan tegas dan terbuka.
(last modified 2026-05-06T04:18:43+00:00 )
May 06, 2026 13:30 Asia/Jakarta
  • IRGC
    IRGC

Pars Today - Juru bicara Komando Markas Besar Khatam Al-Anbiya menegaskan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak melaksanakan operasi rudal maupun drone terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir. Ia menambahkan, seandainya ada tindakan semacam itu, Iran akan mengumumkannya dengan tegas dan terbuka.

Dilansir IRNA, 5 Mei 2026, juru bicara Markas Besar Khatam Al-Anbiya Iran melanjutkan bahwa laporan Kementerian Pertahanan UAE tersebut dibantah secara mutlak dan sama sekali tidak berdasar.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan UAE pada Senin (4/5) melaporkan adanya serangan rudal dan drone terhadap Pelabuhan Al-Fujairah. Namun, beberapa jam kemudian, media Barat mengungkap detail baru yang menunjukkan keterlibatan langsung sistem pertahanan rezim Zionis, musuh nomor satu negara-negara Arab dan Islam, dalam insiden tersebut.

Laporan tersebut juga menyampaikan pesan kepada para pejabat dan pembuat kebijakan UAE: negara Anda, sebagai bagian dari dunia Islam, semestinya tidak dijadikan markas bagi Amerika Serikat dan Zionis beserta kekuatan serta peralatan militer mereka, serta tidak berkhianat terhadap dunia Islam dan umat Muslim.

Jubir Markas Besar Khatam Al-Anbiya menambahkan, "Anda tidak boleh terjebak dalam skenario Amerika Serikat dan Zionis. Alih-alih berhadapan dengan kekuatan kafir dan musyrik serta menolak kerja sama dengan mereka, justru Anda melancarkan serangan media yang tidak kesatria, tuduhan tidak berdasar, dan provokasi terhadap Republik Islam Iran."

Laporan itu melanjutkan, dengan sangat disesalkan, UAE hari ini telah bertransformasi menjadi salah satu pangkalan utama Amerika dan Zionis, musuh dunia Islam dan aktor utama ketidakstabilan kawasan, serta menjadi tempat stasiun bagi sebagian besar kekuatan dan peralatan militer mereka.

Jubir Markas Besar Khatam Al-Anbiya menegaskan, "Dengan provokasi, tuduhan, dan pencitraan sebagai korban, tidak ada masalah yang dapat diselesaikan, apalagi merusak tatanan internasional. Jika selama ini kami bersikap lunak terhadap provokasi dan dukungan Anda kepada musuh-musuh umat Islam dan Iran, hal itu semata-mata demi menjaga keamanan dan menghormati saudara-saudara Muslim kami di negara Anda."

Markas Besar Khatam Al-Anbiya memperingatkan, "Kami ingatkan, apabila wilayah UAE digunakan untuk melancarkan aksi terhadap pulau-pulau, pelabuhan, atau pesisir Iran, respons kami akan keras dan membuat pihak terkait menyesal."

Hari Selasa (5/5), serangan terhadap Al-Fujairah terjadi saat Pemerintahan Trump meluncurkan rencana alternatif bertajuk "Project Freedom" (Proyek Kebebasan) di kawasan tersebut terhadap Republik Islam Iran.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Iran menulis di platform sosial X, "Project Freedom" Amerika di Selat Hormuz sejatinya adalah "Project Deadlock" (Proyek Jalan Buntu).(Sail)