Ketika Zarif Menanggapi Klaim Pompeo atas Program Rudal Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i64937-ketika_zarif_menanggapi_klaim_pompeo_atas_program_rudal_iran
Mohammah Javad Zarif mengatakan, "Alangkah baik bila Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sedikit mempelajari resolusi 2231 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa."
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Des 03, 2018 14:38 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran
    Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran

Mohammah Javad Zarif mengatakan, "Alangkah baik bila Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sedikit mempelajari resolusi 2231 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa."

"Tidak ada yang bisa diharapkan dari Pompeo, selain bahwa ia tidak mengerti Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Mereka yang mengenal JCPOA pasti tahu bahwa rudal tidak dilarang dalam JCPOA dan dalam resolusi 2231 hanya Iran yang diminta untuk tidak menggunakan rudal yang dirancang dapat membawa hulu ledak nuklir, sekalipun rudal jenis ini juga tidak dilarang,"  ungkap Mohammad Javad Zarif saat menjawab ucapan tak berdasar Menlu AS soal program nuklir Iran, pasca berakhirnya sidang Ahad sore (02/11) di Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Majlis Shura Islami Iran.

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Republik Islam Iran baru saja menguji rudal balistik jarak menenangh yang mampu membawa beberapa hulu ledak.

Menteri Luar Negeri Iran menunjukkan bahwa Amerika Serikat bangga dengan resolusi Dewan Keamanan PBB seraya menambahkan, "Ilusi kini telah menjadi keadaan normal di Amerika Serikat."

Kekuatan rudal Iran bukanlah masalah yang tidak biasa, tetapi para pejabat AS berusaha menjadikannya salah satu isu Iranphobia. Rudal yang diproduksi oleh Iran tidak dirancang untuk membawa senjata nuklir. Sementara itu, penggunaan kekuatan rudal Republik Islam Iran untuk mengusir ancaman dan faktor-faktor ketidakamanan terhadap keamanan Iran dan kawasan. Ini Iran dalam serangannya terhadap posisi teroris dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan bahwa kekuatan rudal Iran benar-benar "presisi".

Sekaitan dengan hal ini, Zarif menyinggung bahwa Iran membutuhkan hulu ledak konvensional yang didisain sebagai rudal "presisi" seraya mengatakan, "Iran juga membuat desain ini untuk hulu ledak konvensional, sementara senjata yang digunakan untuk pembunuhan massal tidak memerlukan "akurasi target: Oleh karenanya, pernyataan Mike Pompeo salah seperti semua pernyataannya.

Pernyataan itu datang pada saat Amerika Serikat telah melakukan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya terhadap kemanusiaan dengan peperangannya sendiri dan merupakan salah satu faktor paling penting yang berkontribusi merusak perdamaian dan keamanan global.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya saat bertemu dengan para pejabat tinggi negara dan duta-duta besar negara-negara Islam bertepatan dengan peringatan pengutusan kenabian Muhammad Saw menjelaskan, "Kebijakan musuh-musuh kawasan dan Islam adalah menakut-nakuti negara-negara Islam satu sama lain. Mereka membuat musuh palsu untuk menjaga musuh utama, yaitu kekuatan arogan, afiliasinya dan rezim Zionis."

Klaim tak berdasar Pompeo harus dievaluasi dengan cara yang sama. Fokus pada kebijakan ancaman kemampuan rudal Iran ada dua; di satu sisi, klaim ini berfokus pada ancaman yang ditimbulkan oleh kemampuan pertahanan rudal Iran. Di sisi lain, tujuan dari ancaman ini adalah untuk menekan Iran dengan tujuan melemahkan kekuatan pertahanan Iran.

Rudal Iran

Pada bulan Agustus 2017, American Enterprise Institute menulis dalam sebuah laporan, "... Salah satu wilayah di mana Iran sangat terspesialisasi adalah produksi rudal balistik. Rudal balistik Iran adalah tulang punggung pertahanan negara ini."

Saat ini, Iran adalah salah satu kekuatan utama dalam pengembangan senjata rudal, radar, kendaraan lapis baja dan drone dan strategi departemen pertahanan Iran saat ini adalah memperbarui peralatan pertahanan yang digunakan oleh angkatan bersenjata dengan memanfaatkan kapasitas domestik dan tidak bergantung pada negara lain.