Di Qatar, Zarif Tekankan Keamanan dan Stabilitas Regional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65401-di_qatar_zarif_tekankan_keamanan_dan_stabilitas_regional
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani selain menekankan perluasan hubungan bilateral juga menegaskan keamanan serta stabilitas regional dan mendukung kemajuan perundingan damai di Yaman.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 15, 2018 19:16 Asia/Jakarta
  • Zarif dan PM Qatar
    Zarif dan PM Qatar

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani selain menekankan perluasan hubungan bilateral juga menegaskan keamanan serta stabilitas regional dan mendukung kemajuan perundingan damai di Yaman.

Zarif yang berada di Qatar untuk mengikuti Forum Doha 2018 Sabtu (15/12) bertemu dengan Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani.

 

Perluasan hubungan bilateral, keamanan dan stabilitas regional serta dukungan terhadap kemajuan perundingan damai Yaman termasuk agenda penting pembicaraan kedua petinggi tersebut.

Zarif di Doha

 

Forum Doha 2018 digelar hari Sabtu (15/12) dan dibuka secara resmi oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

 

Di sambutannya Sheikh Tamim menyebut aksi represif dan penumpasan, despotisme dan pelanggaran terhadap  HAM sebagai ancanam bagi umat manusia. Ia menandaskan, konfrontasi telah melanda seluruh dunia dan memunculkan rezim-rezim yang tidak mengakui HAM.

 

Ia menambahkan, di kawasan Asia Barat ada banyak kendala dan utamanya adalah isu Palestina.

 

Pertemuan dua hari Forum Doha 2018 dimulai hari Sabtu di Doha dengan tema "Pembentukan Kebijakan di Dunia yang Terintegrasi" dengan fokus pada empat isu utama, keamanan, perdamaian dan mediasi, kemajuan ekonomi dan transformasi regional.

Forum Doha 2018

 

Menlu Iran berpartisipasi di forum ini dan bertemu dengan sejumlah peserta forum.

 

Selain Zarif, hadir pula Sekjen PBB Antonia Guterres, ketua majelis umum PBB, deputi perdana menteri dan menlu Qatar, menlu Turki, perdana menteri Somalia, menlu Jepang, menlu Oman, deputi menlu Inggris serta sejumlah tokoh dunia lainnya. (MF)