Perundingan Araghchi di Moskow; Penjajakan Masalah Bilateral dan Regional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65683-perundingan_araghchi_di_moskow_penjajakan_masalah_bilateral_dan_regional
Seyed Abbas Araghchi, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Hukum dan Internasional dan Mahdi Sanaei, Duta Besar Iran untuk Rusia melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov untuk membahas masalah-masalah politik, regional dan internasional serta hubungan bilateral.
(last modified 2026-02-10T09:41:40+00:00 )
Des 22, 2018 18:15 Asia/Jakarta
  • Sergei Ryabkov dan Seyed Abbas Araghchi
    Sergei Ryabkov dan Seyed Abbas Araghchi

Seyed Abbas Araghchi, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Hukum dan Internasional dan Mahdi Sanaei, Duta Besar Iran untuk Rusia melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov untuk membahas masalah-masalah politik, regional dan internasional serta hubungan bilateral.

Sergei Ryabkov dalam pertemuan yang diselenggarakan pada hari Jumat (21/12), menjelaskan, "Pembicaraan ini sangat penting tidak hanya untuk kedua negara, tetapi juga untuk memberikan keamanan dan kemakmuran di kawasan dan dunia."

Iran dan Rusia memiliki kapasitas politik dan ekonomi yang signifikan dan dengan penekanan pada kapasitas ini, para pejabat kedua negara menekankan bahwa hubungan yang ada dapat membuat kemajuan lebih lanjut. Hubungan ekonomi antara kedua negara telah memasuki tingkat strategis di samping kerjasama bilateral, dengan peluncuran rute transit yang disebut Koridor Utara-Selatan. Iran dan Rusia, dalam masalah regional dan internasional juga memiliki pandangan yang dekat satu sama lain.

Seyed Abbas Araghchi, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Hukum dan Internasional

Konvergensi keamanan adalah mesin hubungan Rusia-Iran dan tampaknya tetap menjadi andalan hubungan dua negara di tahun-tahun mendatang. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan dengan Presiden Republik Islam Iran pada KTT Organisasi Kerjasama Shanghai kedelapan belas di Cina menekankan pentingnya kerjasama Moskow dengan Tehran dalam bidang ekonomi, energi dan pertahanan, seraya mengatakan, "Kesamaan pandangan dan kerjasama Rusia dengan Iran akan terus memperkuat stabilitas regional, termasuk dalam krisis Suriah."

Memang, ada semacam konvergensi dalam keterlibatan bilateral dan kerja sama strategis dalam hubungan antara Iran dan Rusia, yang selain masalah kesepakatan dan penyelarasan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), mengedepankan keterlibatan kedua negara di bidang lain pada tingkat strategis yang konsisten dengan tujuan strategis untuk menjaga stabilitas dan keamanan kolektif.

Abdulrasool Divsalar, analis masalah Rusia percaya bahwa intensifikasi persaingan regional dan kebijakan Amerika yang menantang lebih penting untuk aspek hubungan ini.

Dalam kerangka ini, Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Ryabkov dalam pertemuannya dengan Araghchi menekankan, "Kami sedang berupaya untuk mencegah sanksi AS secara sepihak terhadap Iran dan kami bertekad untuk mengimplementasikannya."

Variabel-variabel ini ini menunjukkan bahwa hubungan Iran-Rusia di bidang isu-isu strategis telah menunjukkan keefektifannya. Dalam hal ini, kerjasama kedua negara dalam mengamankan dan memerangi terorisme yang berhasil dilaksanakan di Suriah, menunjukkan Rusia dan Iran adalah mitra yang andal dan semua negara di kawasanjuga diuntungkan dari kerjasama kedua negara itu.

Presiden Iran Hassan Rouhani selama perjalanannya baru-baru ini ke Turki mengatakan, "Tiga negara Iran, Turki dan Rusia bekerjasama secara erat. Kami memutuskan untuk melanjutkan kerjasama ini."

Hassan Rouhani dan Recep Tayyip Erdogan

Rouhani juga mengatakan, "Kita semua percaya bahwa era intimidasi telah berakhir dan bangsa-bangsa di kawasan ini memutuskan kepentingan bersama mereka."

Dengan pendekatan ini, dapat dikatakan bahwa pembicaraan dan konsultasi Araghchi di Moskow merupakan kelanjutan dari proses yang telah lama dimulai di tingkat kepala negara, menteri luar negeri dan pejabat tinggi kedua negara. Selain mengoordinasikan kebijakan ke Suriah, pembicaraan ini juga dilakukan dalam kerangka program politik bernama Proses Astana yang telah memberikan peluang yang baik untuk koordinasi dan konvergensi dalam menghadapi tantangan regional dan internasional.