Menelisik Urgensi Perundingan Lebih Serius antara Iran dan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i66627-menelisik_urgensi_perundingan_lebih_serius_antara_iran_dan_eropa
"Harus ada negosiasi yang lebih serius antara Iran dan negara-negara Eropa untuk membahas masa depan hubungan."
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jan 16, 2019 10:55 Asia/Jakarta
  • Seyed Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategi untuk Hubungan Luar Negeri Iran
    Seyed Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategi untuk Hubungan Luar Negeri Iran

"Harus ada negosiasi yang lebih serius antara Iran dan negara-negara Eropa untuk membahas masa depan hubungan."

Seyed Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategi untuk Hubungan Luar Negeri Iran pada hari Selasa (15/01), berbicara pada pertemuan dengan delegasi lembaga perdamaian independen Norwegia, NOREF di Tehran dan menekankan bahaya dari kebijakan-kebijakan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terhadap Eropa.

Kharrazi mengatakan bahwa keluarnya Iran dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) tidak menguntungkan negara-negara Eropa. Ia menjelaskan, "Tehran berharap Uni Eropa sebagai pihak lain kesepakatan nuklir setelah keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan ini mengambil langkah-langkah nyata, namun sampai sekarang belum melakukan sesuatu karena di bawah tekanan Washington dan ini berdampak buruk pada Iran yang telah melaksanakan komitmennya."

Kelompok 4 + 1

Tampaknya Uni Eropa tidak ingin mengambil keputusan yang pasti di bidang ini. Eropa, di satu sisi, berusaha memainkan perannya sebagai aktor regional, namun di sisi lain, ia harus menjaga hubungan transatlantik dengan Amerika Serikat Sebagai dasar dari kebijakan luar negerinya.

Henrik Thune, Direktur NOREF dalam pertemuan ketua dewan strategis untukhHubungan luar negeri Iran mengkonfirmasi masalah yang sama. Dia menyinggung tekanan berat Washington pada perusahaan-perusahaan Eropa dan mengatakan, "Masalah internal negara-negara Eropa terkait kebijakan negara-negara Eropa dan penerapan kebijakan yang tepat telah memberikan dampak negatif."

Tentu saja, keterlambatan dalam proses menghadapi JCPOA tidak dapat diartikan demikian. Karena ketika suatu perjanjian dilanggar oleh satu pihak, masyarakat internasional harus merespons dengan tepat. Penarikan sepihak Amerika Serikat dari JCPOA merupakan pelanggaran terhadap semua nilai internasional dan pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB. Aksi sepihak ini mempertanyakan peran global Uni Eropa. Karena Uni Eropa memainkan peran penting dalam mencapai kesepakatan nuklir.

Surat kabar Lubbock tidak ketinggalan menganalisa masalah ini dan memperingatkan Uni Eropa akan konsekuensi kehancuran JCPOA. Lobbock menulis, "Sekarang, Eropa menganggap masalah Iran dan kesepakatan nuklir (JCPOA) sebagai model untuk partisipasinya dalam kebijakan dan keamanan luar negeri. Eropa berupaya memperkuat posisinya sebagai aktor global dalam mengejar perjanjian ini. Kesepakatan nuklir Iran dengan Eropa menunjukkan bahwa mereka akan kehilangan kemandiriannya jika mereka menyerah kepada Amerika Serikat."

Uni Eropa juga mengklaim bahwa mereka akan menggunakan upaya terbaiknya untuk melindungi bank-bank dan perusahaan-perusahaan Eropa yang bekerja sama dengan Iran terhadap sanksi Amerika Serikat. Namun, hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan.

Bahram Ghassemi, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran pada hari Senin (14/01) berbicara tentang Mekanisme Keuangan Khusus Eropa (SPV). Ghassemi mengatakan, "Kesan kami adalah bahwa Eropa tertarik untuk menyelesaikan mekanisme ini, tetapi menghadapi banyak penundaan dan telah menunjukkan bahwa ia tidak memiliki cukup struktur yang diperlukan untuk mewujudkan hal ini dan berada di bawah tekanan kuat Amerika Serikat"

Bahram Ghassemi, Jubir Kemenlu Iran

Uni Eropa harus mengakui bahwa ada kontradiksi kepentingan dan nilai-nilai antara Brussels dan Washington, yaitu tentang kesepakatan nuklir Iran. Uni Eropa harus bekerja untuk mempertahankan kemandirian politik dan keuangannya. Jelas, bila JCPOA bubar, bukan hanya Iran yang kalah dalam permainan ini.

Pernyataan Jubir Kemenlu Iran tentang masalah ini adalah jelas. Bahram Ghasemi mengatakan, "Kami tidak akan menunggu keputusan Eropa, tetapi pasti bagi kami bahwa bekerja dengan Eropa dan mekanisme ini merupakan ujian, dimana kami dapat mengambil keputusan terkait jenis hubungan dan investasi masa depan Iran di Eropa."