Perspektif Rahbar: Urgensi Memperkokoh Hubungan Iran dan Armenia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i67953-perspektif_rahbar_urgensi_memperkokoh_hubungan_iran_dan_armenia
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan Nikol Pashinyan, Perdana Menteri Armenia menyebut Iran dan Armenia sebagai negara tetangga yang baik dan memiliki hubungan historis.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 28, 2019 09:23 Asia/Jakarta
  • Nikol Pashinyan dan Ayatullah Khamenei
    Nikol Pashinyan dan Ayatullah Khamenei

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan Nikol Pashinyan, Perdana Menteri Armenia menyebut Iran dan Armenia sebagai negara tetangga yang baik dan memiliki hubungan historis.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran hari Rabu sore (27/02) dalam pertemuan ini menekankan peningkatan level kerja sama ekonomi antara Iran dan Armenia, seraya mencatat, "Berbeda dengan keinginan AS, hubungan Tehran-Yerevan harus kuat, berkesinambungan dan bersahabat."

Sejarah hubungan Iran-Armenia penuh dengan pengalaman kerja sama yang baik. Iran dan Armenia memiliki hubungan people to people yang baik karena kesamaan latar belakang yang beragam seperti budaya. Setiap tahun, ribuan orang Iran memilih Armenia sebagai tujuan wisata, begitu pula sebaliknya. Hubungan antara people to people memperkuat hubungan Iran dan Armenia dan masalah penting ini sekarang menjadi pendukung yang dapat diandalkan bagi kedua negara untuk bergerak menuju perluasan hubungan yang komprehensif.

Hassan Rouhani, Nikol Pashinyan, Ayatullah Khamenei

Selain itu, komunitas Armenia yang aktif di Iran telah berkontribusi pada perluasan hubungan antara Tehran dan Yerevan. Pandangan positif dan humanistik Iran terhadap komunitas Armenia telah membuat Iran dan Armenia lebih termotivasi untuk bekerja sama. Warga etnis Armenia di Iran memiliki kebebasan penuh untuk melakukan ritual dan upacara keagamaan serta kegiatan sosial dan budaya.

Dalam nada yang sama, Samvel Karapetyan, sejarawan dan ketua Institut Penelitian Studi Armenia, baru-baru ini dalam wawancara dengan Radio Armenia IRIB terkait peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam Iran dan hubungan Iran-Armenia mengatakan, "Republik Islam Iran, selama empat puluh tahun, memberikan perhatian khusus kepada agama-agama yang ada. Perhatian warga dan pejabat Iran menunjukkanbahwa Islam adalah ahli dialog."

Kesamaan dan kapasitas besar serta beragam kerjasama antara Iran dan Armenia telah membuat kedua negara mengambil langkah pasti di jalur perluasan kerja sama, bahkan ketika ada sabotase yang dilakukan oleh sebagian negara seperti Amerika Serikat, kerja sama Iran dan Armenia tidak terhambat.

Sikap pemerintah Armenia dalam mendukung perluasan kerja sama ekonomi dengan Iran meskipun ada sanksi Amerika Serikat telah mendorong kedua negara ke dalam fase hubungan baru, dengan didahului penandatanganan dua dokumen, bersamaan dengan kunjungan perdana menteri Armenistan ke Tehran.

Kapasitas besar untuk memperluas kerja sama Iran-Armenia di bidang energi, pariwisata dan ekonomi serta kedekatan kedua negara telah menjadikan Iran dan Armenia dua mitra yang dapat diandalkan.

Selain sektor energi, yang merupakan inti dalam kerja sama Iran-Armenia, kedua negara memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama mereka di bidang peralatan dan mesin, produksi pangan dan pertanian serta pariwisata.

Perkembangan hubungan antara Iran dan Armenia tidak hanya bilateral. Karena Armenia sebagai jembatan antara Iran dan kawasan Uni Ekonomi Eurasia memiliki tempat yang penting dan strategis dalam hubungan Iran dengan wilayah tersebut.

Armenia adalah satu-satunya anggota Uni Ekonomi Eurasia yang memiliki perbatasan darat dengan Iran. Armenia yang saat ini menjabat sebagai ketua periodik Uni Ekonomi Eurasia akan membuat peran vital negara ini meningkat dalam menikmati manfaat ekonomi kawasan ekonomi ini bagi Iran.

Selain pasar Armenia untuk pasokan barang-barang Iran, lokasi geografis negara ini adalah sedemikian rupa sehingga dapat menyediakan pasar bagi 180 juta orang di negara-negara kawasan Uni Ekonomi Eurasia untuk Republik Islam Iran.

Bendera negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia

Dalam hal ini, Mohammadreza Mansouri, anggota Komisi Industri dan Pertambangan Parlemen Iran kepada IranPress mengatakan, "Dengan mengembangkan ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara tetangga dan Uni Ekonomi Eurasia, Iran dapat mengekspor produk-produknya ke negara-negara paling jauh di masa pemberlakuan sanksi dalam waktu sesingkat mungkin."